oleh

Seluruh Petani Lebak Diharapkan Gunakan Teknologi Alsintan

-Daerah-372 views

Lebak, Faktapers.id – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak mengharapkan semua petani menggunakan teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam pengelolan pertanian guna meningkatkan produktivitas dan efesiensi usaha tani.

“Kebanyakan petani di sini menggunakan teknologi traktor untuk pengelolaan lahan persawahan dibandingkan menggunakan cangkul dan bajak ternak,” kata Kepala Distanbun Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Banten, Rabu.

Ia mengatakan pemanfaatan alsintan membuat pekerjaan pertanian lebih cepat dan efisien. Biaya produksi mengelola lahan padi dengan menggunakan cangkul dan bajak, kata dia, bisa mencapai Rp8 juta/hektare. Namun, biaya produksi bila mereka menggunakan traktor hanya Rp5,5 juta/hektare.

“Efisiensi biaya produksi itu tentu menguntungkan usaha tani,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi gerakan percepatan tanam pada November-Desember 2018 di Kabupaten Lebak, yang petaninya sebagian besar sudah menggunakan teknologi traktor.

Ia memperkirakan sekitar 95 persen dari 1.667 kelompok tani di Lebak mengoperasikan teknologi traktor.

“Kami minta petani agar tidak ada lagi menggarap lahan pertanian menggunakan bajak dan cangkul,” ujarnya.

Dede mengatakan pemerintah setiap tahun terus menyalurkan bantuan alsintan, seperti traktor, pompa, dan penggilingan padi. Penyaluran bantuan alsintan itu kepada kelompok-kelompok tani guna mendukung swasembada pangan. Saat ini jumlah traktor yang ada pada petani di atas 2.000 unit tersebar di 28 kecamatan.

“Setiap tahun kami mengusulkan bantuan peralatan traktor agar kelompok tani menggunakan teknologi pertanian untuk mendukung produktivitas pangan,” katanya.

Sementara itu, Samian (55) seorang petani di Blok Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku saat ini melaksanakan percepatan tanam secara serentak menggunakan traktor dan tidak ada lagi memakai cangkul maupun bajak, karena mampu menekan biaya produksi dan pekerjaanya lebih cepat.

“Kami menggunakan traktor itu atas bantuan pemerintah dan semua anggota hanya dikenakan biaya bahan bakar minyak,” katanya.fp01

Komentar

News Feed