Senin, Maret 8, 2021
Beranda Untuk Mengurangi Dampak Pemanasan Global Warga Green Residence RW 06 Meruya Utara...
Array

Untuk Mengurangi Dampak Pemanasan Global Warga Green Residence RW 06 Meruya Utara Bertani Ditengah Kota

Jakarta, Faktapers.id – Berkebun dan beternak di tengah lingkungan perkotaan mungkin bisa jadi kekinian. Salah satunya seperti yang dilakukan warga RW 06 Green Residence Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Dipelopori oleh Widyatmoko selaku Ketua Rw. 06, warga dengan kompak menyulap lahan terbuka hijau seluas 500 meter persegi (M2) menjadi taman produktif, sekaligus jadi wahana edukasi bagi anak-anak sekolah. Lahan yang juga sebagai paru-paru lingkungan itu berada di bantaran kali Perumahan Taman Aries Blok D.

Widyatmoko mengatakan, pertanian perkotaan kini menjadi primadona dan semakin dibutuhkan masyarakat, karena sangat bermanfaat. Selain untuk mengurangi dampak pemanasan global, juga untuk melestarikan lingkungan dan sarana edukasi.

Pria pensiunan dari perusahaan negara ini menjelaskan bersama sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) dari 2 RT yakni RT 04 dan RT 05 di RW 06 semangat memanfaatkan sejengkal lahan yang ada dengan penghijauan produktif meliputi ratusan tanaman seperti tanaman obat keluarga, sayuran dan buah-buahan organik.

“untuk meningkatkan asupan gizi warga, di taman produktif ini juga memelihara ikan lele dan ikan nila organik. Serta bebek dan ayam kampung organik pula,” ujarnya.

Bahkan untuk tertibnya tanaman yang ada, siapa pun yang hendak mengambil tanaman tersebut wajib lapor ke Ketua RW atau perwakilannya. Hal ini untuk menjaga keasrian tanaman yang ada.

“Pada dasarnya semua yang ada di Taman Produktif ini boleh dikonsumsi setiap warga. Kan konsepnya memang berawal dari warga, oleh warga dan untuk warga. Namun supaya taman ini langgeng, mau tidak mau warga harus disiplin,” ungkap Pak Rw.

“Begitu pula dengan ikan lele, ikan nila hingga bebek juga dapat dinikmati warga setempat. Bahkan sebagian keuntungan dari penjualan ikan lele disumbangkan ke panti asuhan,” tambahnya.

Pemupukan sayuran berasal dari sampah organik yang dikumpulkan warga dari 2 RT. Malahan sampah organik ini ditambah kotoran hewan yang terdapat bakterai pengurai bisa menghasilkan gas sebagai energi terbarukan.

“Pengolahan sampah organik di taman ini belum bisa menghasilkan energi listrik karena harus ada tambahan satu alat khusus,” kata Widyatmoko.

Lurah Meruya Utara, Pangestu Aji sangat mengapresiasi kiprah warga Green Residence RW 06 Meruya Utara yang sadar lingkungan dengan mengolah taman menjadi produktif.

“Kepedulian dan partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan sangat penting untuk menunjang keberlangsungan hidup yang serasi dan selaras dengan alam,” pungkasnya.fp01

Most Popular

Recent Comments