Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Upaya Melarikan Diri, Napi Tewas Jatuh dari Tembok Lapas
Array

Upaya Melarikan Diri, Napi Tewas Jatuh dari Tembok Lapas

Blitar, Faktapers.id – Moch. Rio Suhendra, narapidana Lapas Kelas II B Blitar dilaporkan tewas. Narapidana kasus penculikan dan pencabulan anak ini berusaha kabur dari lapas dan meloncat dari tembok setinggi empat meter.

Namun usahanya gagal, hingga pemuda berusia 22 tahun itu dilaporkan tewas. Polres Blitar Kota mendapatkan laporan kejadian ini dari pihak Lapas Kls II B Blitar pada Selasa (6/11) malam.

“Polres Blitar Kota dapat laporan dari lapas Selasa malam. Posisi napi sudah berada di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dalam keadaan sudah meninggal dunia. Rabu pagi, saya pimpin olah kejadian di lokasi lapas dan ini masih menunggu hasil otopsi dari tim medis RS Bhayangkara Kediri,” jelas Kasat Reskrim Polresta Blitar AKP Heri Sugiono, Kamis (8/11/18).

Hasil keterangan beberapa saksi dari pihak Lapas Blitar, lanjut Heri, Rio pada Sabtu (3/11) malam berusaha kabur dengan memanjat genteng di atas selnya. Beberapa petugas jaga menara yang mengetahui posisi Rio diatas genteng langsung memberi peringatan.

“Tapi napi ini malah langsung loncat. Kalau dugaan kami dia akan meloncat menuju tembok batas dengan mall Blitar Square. Tapi perkiraannya melenceng, lompatannya tidak sampai menyentuh tembok pembatas hingga jatuh,” ucapnya.

Ada dua dinding pembatas antara gedung lapas dengan gedung mall Blitar Square. Dinding tembong itu setinggi empat meter dan berjarak sekitar 5 meter.

Pihak keluarga tidak bisa menerima anaknya tewas dan meminta polisi melakukan penyelidikan penyebab kematian sang anak.

“Kami datangkan tim forensik dari RS Bhayangkara Kediri pada Rabu (6/11) pukul 18.00 wib. Dan sekarang kami sedang menunggu hasil otopsinya,” imbuhnya.

Menurut Heri, keterangan dari petugas lapas, Rio divonis penjara selama 8 tahun. Dia terbukti melanggar Perppu No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sedangkan pasal berlapis yang akan menjerat Rio, terkait pasal 76 dan 83 UU RI No 35 tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.fp01

Most Popular

Recent Comments