Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Wakapolda Bali Hadiri Upacara Peringatan Hari Puputan Margarana ke-72
Array

Wakapolda Bali Hadiri Upacara Peringatan Hari Puputan Margarana ke-72

Bali, faktapers.id– Untuk mengenang perjuangan Pahlawan Bali, sekaligus untuk menanamkan jiwa nasionalisme, memupuk kesatuan dan persatuan bangsa, Pemerintah Provinsi Bali menggelar Apel Peringatan Hari Puputan Margarana ke-72 tahun 2018 di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Selasa (20/11).

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah “Gelorakan Semangat Puputan Margarana Demi Tegaknya Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika”.

Upacara ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati, Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha dan Kasdam IX Udayana Brigjen TNI Kasuri. Tidak hanya itu, upacara yang dimulai pukul 09.00 Wita ini juga diikuti pasukan Polri, TNI, veteran, pelajar dan ASN.

Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan, Puputan Margarana merupakan suatu peristiwa heroik dari pasukan Ciung Wanara bersama-sama rakyat yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dari penjajah yang ingin menguasai kembali tanah air sampai pada tetes darah penghabisan.

“Puputan memiliki makna bahwa pengorbanan dalam peperangan untuk membela kebenaran dan keadilan, mempertahankan harkat dan martabat serta kedaulatan bangsa dengan berjuang secara ikhlas, terhormat dan bukan pengorbanan yang sia-sia,” jelas Wayan Koster saat menjadi inspektur upacara.

Menurutnya, upacara peringatan ini bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas kemerdekaan yang dinikmati saat ini, tetapi sekaligus sebagai refleksi terhadap jati diri sebagai bangsa bermartabat yang dilahirkan oleh para pejuang..

“Perjuangan dan pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan patut dijadikan contoh dan tauladan oleh semua komponen masyarakat pada era sekarang ini,” pesan Gubernur.

Gubernr Wayan mengungkapkan banyak hal yang dapat diteladani dari peristiwa sejarah masa lalu. Salah satunya adalah kebersaman dalam berbagai perbedaan.

” Kita boleh berbeda dalam tugas dan fungsi masing-masing, namun hendaknya bersama-sama dalam mewujudakn kesejahteraan sosial,” tegasnya.

Usai mengikuti upacara, Gubernur dan para undangan termasuk Wakapolda Bali melaksanakan tabur bunga di monumen I Gusti Ngurah Rai dan tugu para pahlawan. ans

Most Popular

Recent Comments