Kamis, Juni 17, 2021
Beranda20 Pegawai RS Tarakan Menjadi Korban Tsunami
Array

20 Pegawai RS Tarakan Menjadi Korban Tsunami

Jakarta, faktapers.id – Sebanyak 20 pegawai Rumah Sakit Tarakan, Jakarta menjadi korban terjangan tsunami yang melanda wilayah Selat Sunda, Banten dan pesisir Lampung Selatan pada Sabtu tadi malam. Pihak RS Tarakan hingga kini masih berupaya mendata dan mengavakuasi korban yang diketahui sedang liburan di Pantai Anyer, Banten.

Direktur Utama RS Tarakan, Dian Ekowati mengatakan, saat ini dirinya sedang dalam perjalanan menuju lokasi terdampak untuk memastikan para korban berhasil selamat atau tidak.

“Kita sedang menuju ke sana untuk klarifikasi kondisi yang kemarin pergi ke sana,” ujar Dian saat dihubungi wartawan, Minggu (23/12).

Ia menjelaskan, para pegawai yang berangkat ke sana juga pergi bersama anggota keluarganya masing-masing. Pihaknya mendapat informasi jika beberapa korban yang selamat dievakuasi di salah satu puskesmas.

“Kita sedang menuju ke sana untuk verifikasi datanya (jumlah korban). Belum dapat informasi ke sana,” singkatnya.

“Saat ini kami sudah koordinasi dengan pihak terkait, BPBD dan Pemprov. dan sudah menerjunkan tim untuk evakuasi sekitar 18 orang terdiri dari dokter dan perawat, serta membawa delapan mobil ambulans dari RS dan Dinas Kesehatan. Mereka sudah berangkat sejak tadi pagi,” ujar Dwi.

Sebelumnya diberitakan gelombang tinggi tsunami menerjang kawasan pantai di Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan diduga akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) pukul 21.10 WIB.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai dengan Minggu pukul 13.00 WIB, tsunami menyebabkan 168 orang meninggal dunia, 745 orang mengalami luka, 30 orang hilang, 556 unit rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung rusak, 350 perahu rusak, puluhan kendaraan roda dua, dan roda empat mengalami kerusakan.

Pihak BNPB menyebut kemungkinan jumlah ini akan bertambah mengingat saat ini belum semua daerah terdampak terdata dengan baik.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengaku sudah menginstruksikan Kepala BPBD Jupan Royter untuk membantu pihak RS Tarakan dalam mencari data tersebut.

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Jupan untuk membantu mereka,” ujar Anies. rwd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments