Minggu, Juni 13, 2021
BerandaAda Upaya Eskalasi, Ketua DPR Yakin Indonesia Kondusif
Array

Ada Upaya Eskalasi, Ketua DPR Yakin Indonesia Kondusif

Jakarta, faktapers.id – Tak dipungkiri memang ada yang berupaya meningkatkan suhu politik jelang Pemilu 2019. Kendati begitu, diyakini Indonesia dalam situasi kobdusif.

Diakui Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, memang ada upaya mengeskalasi tensi politik dengan sejumlah gerakan, provokasi, hingga saling antar pendukung kandidat calon presiden. Namun segala sesuatunya bisa diatasi oleh penegak hukum sesuai ketentuan perundangan.

“Kritik maupun saran sangat diperbolehkan, namun jika sudah masuk ke ranah hoax dan ujaran kebencian, ini yang tidak boleh dibiarkan,” cetus politisi Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu di Jakarta, Rabu (19/12).

Ia pun meminta semua pihak bisa menahan diri. Persiapan maupun manuver politik dari para kontestan hendaknya tidak merusak kondusifitas. Sebaliknya, para kader partai politik berkewajiban memelihara iklim yang kondusif. Jika hal ini terwujud, dunia akan melihat Indonesia yang solid.

“Dalam konteks merawat stabilitas nasional, pimpinan DPR mendorong TNI, Polri dan BIN untuk terus mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk yang diakibatkan oleh manuver-manuver politik. Manuver politik oleh siapa pun tidak boleh mengorbankan masyarakat. Apalagi mengadu domba antar kelompok masyarakat,” ujar Bamsoet.

Selain dari dalam negeri, mantan Ketua Komisi III ini juga menyoroti pengetatan moneter Amerika dan perang dagang Amerika dengan Tiongkok. Akibatnya, ada beberapa risiko yang tidak bisa dihindari oleh Indonesia. Antara lain, terganggunya keseimbangan neraca transaksi berjalan, neraca pembayaran, neraca perdagangan dan juga neraca jasa.

“DPR RI senantiasa memastikan pemerintah tidak salah langkah dalam melakukan penyesuaian kebijakan ekonomi. Kita apresiasi rampungnya perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (European Free Trade Association/EFTA). Menteri Perdagangan Indonesia, Enggartiasto Lukita, telah menandatangani kesepakatan bersama Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia, pada 23 November 2018, di Sekretariat EFTA, Jenewa, Swiss,” urai Bamsoet.

Ditengah ketidakpastian global dan dinamika politik dalam negeri jelang Pemilu 2019, ia memastikan investor tidak perlu khawatir menanamkan uangnya di Indonesia. Sebagai patokan, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kondisi bursa tetap tumbuh, dengan 78 persen laba usahanya positif.

“Dari catatan BEI, di tiga Pemilu yang sudah berlangsung, 2004, 2009, dan 2014, tren IHSG tetap naik. Apalagi kini didorong infrastruktur yang sudah menghubungkan berbagai daerah. Otomatis kegiatan perdagangan menjadi lebih terkonektifitas, serta memudahkan pergerakan barang dan jasa. Artinya, kegiatan perekonomian nasional akan tetap bergeliat hebat,” papar Bamsoet.

Sebagai bagian dari komunitas internasional, ia juga mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam menyuarakan kemerdekaan Palestina. Menguatkan diplomasi pemerintah melalui kementerian luar negeri, DPR RI juga menjalankan fungsinya dalam Diplomasi Parlemen untuk mendekati parlemen negara-negara lain mendukung kemerdekaan Palestina.

“Di Konferensi Liga Parlemen yang digelar di Istanbul, Turki, 14-15 Desember 2018, DPR RI menjadi salah satu pioner dalam menyatukan kekuatan parlemen negara lain dalam medukung kemerdekaan Palestina. Hal ini juga selalu kita lakukan di berbagai forum internasional lainnya,” demikian Bamsoet.oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments