Senin, Juni 14, 2021
BerandaAhok Dapatkan Remisi 30 Hari
Array

Ahok Dapatkan Remisi 30 Hari

Jakrta, faktapers.id – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi menerima pengurangan masa tahanan (remisi) natal 2018. Ahok dipotong 30 hari penahanan, sehingga terpidana penistaan agama itu akan bebas pada 24 Januari 2019.

“Iya, remisi khusus I (RK I), bebas 24 Januari 2019,” ujar Kabaghumas dan protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Ade Kusmanto Senin (24/12).

Kabag Humas Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Adek Kusmanto mengatakan, sesuai peraturan perundang-undangan, pemberian remisi (pengurangan hukuman) khusus memang diberikan di hari raya Natal untuk narapidana Nasrani.

Ade mengakui, pemerintah mengabulkan permohonan remisi untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja purnama. Pria yang karib disapa Ahok itu masuk dalam daftar nama 2.338 narapidana yang mendapat remisi 30 hari.

“Dapat 30 hari remisinya (Ahok),” kata Adek.

Namun, saat dikonfirmasi nama-nama selain Ahok, Ade belum bisa menjawab. Ia mengaku hanya baru bisa menyampaikan nama Ahok yang sudah pasti mendapat remisi dari pemerintah. “Sementara itu dulu,” kata Adek.

Dari sekitar 15.748 tahanan nasrani se-Indonesia, pemerintah memberikan remisi khusus terkait hari raya Natal kepada 9.333 narapidana se-Indonesia. 

“Bagi umat nasrani yang saat ini sedang menjalani hukuman, maka saat Natal nanti tepat 25 Desember 2017 akan mendapat pengurangan hukuman,” kata Adek dalam keterangan tertulis.

Pemberian remisi khusus Natal ini mengacu kepada UU No.12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan. Dalam pasal 14 (i) menyebutkan bahwa narapidana berhak mendapat remisi apabila memenuhi syarat administratif dan substantif. 

Selain itu, pemberian remisi juga diberikan sesuai Peraturan Menteri Hukum & HAM (Permenkumham) No.21 tahun 2016. Dalam peraturan ini disebutkan warga binaan harus berkelakuan baik selama menjalani masa pidana serta telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan sesuai pasal 3 ayat 1 Permenkumham no. 21 tahun 2013.

Sementara itu, syarat berkelakuan baik baru terpenuhi apabila tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu 6 bukan terakhir serta telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan lapas dengan predikat baik.

Adek mengatakan dari seluruh jumlah total 9.333 narapidana se-Indonesia, sebanyak 9.158 narapidana mendapatkan remisi khusus pertama dan remisi khusus kedua sebanyak 175 orang.

Narapidana yang mendapat remisi khusus tahap pertama terdiri atas 2.338 narapidana berhak atas remisi selama 15 hari, 5.895 orang yang mendapat remisi selama satu bulan, 745 orang yang mendapat remisi selama 1 bulan 15 hari, kemudian sekitar 180 orang mendapat remisi dua bulan.

Dari keseluruhan pemberian remisi ini, Kemenkumhan mengklaim negara menghemat anggaran hingga Rp3,5 miliar lebih.

“Negara telah menghemat anggaran makan narapidana sebesar Rp 3.766.801.500 dari perhitungan jatah makan per narapidana sebesar Rp14.700,” klaim Adek. rwd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments