Senin, Juni 21, 2021
BerandaAkibat Hujan Deras Pembatas Makam Sultan Hasanuddin Roboh
Array

Akibat Hujan Deras Pembatas Makam Sultan Hasanuddin Roboh

Jakarta, faktapers.id – Pagar pembatas Makam Sultan Hasanuddin roboh di Jl Pallantikang, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Jumat (21/12) malam.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 21.30 Wita ini mengakibatkan tiga rumah warga rusak lantaran terkena rerentuhan tembok tersebut.

“Pondasi pagar bagian belakang roboh dan menimpa tiga rumah warga sehingga menyebabkan rumah itu rusak sedang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Gowa, Ikhsan Parawansa kepada Tribun Timur.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, mengatakan, kepolisian yang diterjunkan ke lokasi telah mengamankan warga pemilik rumah dan TKP.

Empat rumah warga yang terkena musibah tersebut masing masing Harto Daeng Gading, (37) pekerja swasta. Angki Sul Ikram, (25) pekerja buruh bangunan. Kemudian Adnan Ali, (31) pekejaan wiraswasta, dan Ahmad Daeng Bonto, (52) pekerja buruh harian semuanya bertetangga dengan alamat Syech Yusuf 6 Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Kronologis kejadian berawal ketika hujan cukup deras istri Angki, A Nurliha (21) mendengar gemuruh dari balik tembok rumahnya kemudian tembok rumah jebol disertai material pembangunan pagar pembatas makam Sultan Hasanuddin berupa batu gunung dan pasir.

“Tadi malam ada suara keras bergemuruh waktu itu hujan deras, tiba-tiba tembok disebelah rubuh dan tanah sama baru merahnya masuk ke dalam rumah,” ungkap Nurlia.

Sementara korban lainnya, Harto Daeng Gading mengungkapkan telah mengajukan komplain kepada mandor dan penanggungjawab proyek pembatas makam Sultan Hasanudin karena ada air keluar dari sela pondasi untuk segera dibuatkan saluran air, tapi tidak digubris.

Dari kejadian itu dirinya beserta korban lain merasa keberatan atas kerusakan yang ditimbulkan saat kejadian sebab rumahnya harus segera dilakukan perbaikan karena material masuk kedalam rumah.

“Saya sudah komplain sebelumnya, tapi tidak direspon, makanya mereka harus bertanggungjawab memperbaiki rumah kami karena dengan adanya proyek itu kami dirugikan,” ucapnya.

Sementara ini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan dan berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP atas musibah itu. Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian siapa yang bertanggungjawab dari kejadian itu. rwd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments