Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Alasan Belum Menikah, Generasi Milenial Belum Mau Beli Rumah
Array

Alasan Belum Menikah, Generasi Milenial Belum Mau Beli Rumah

Jakarta, faktapers.id – Generasi milenial nampaknya masih betah tinggal di rumah orang tua. Kebanyakan dari mereka baru akan hidup mandiri jika sudah menikah. Kebudayaan timur juga ikut mempengaruhi keputusan seseorang untuk tinggal terpisah dari orang tua.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index melakukan survei terhadap 1.000 orang di kota-kota di Indonesia ditujukan untuk mengetahui respons pasar dari sisi permintaan sekaligus untuk menciptakan transparansi informasi untuk konsumen.

Dari total responden, sebanyak 63 persen di antaranya berada di golongan generasi milenial, yakni usia 22-35 tahun. Dari total responden milenial ini, sebanyak 51 persen mengaku masih tinggal di rumah orang tua.

Ketika diminta untuk menyebutkan alasan-alasannya, sebanyak 59 persen menyertakan ‘Belum Menikah’ sebagai salah satu faktornya. Alasan lain yang banyak disertakan adalah belum punya uang (53 persen). Sementara alasan ‘Menjaga Orang Tua’ dicantumkan oleh 47 persen responden.

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, berpendapat bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa keputusan untuk membeli rumah masih amat dipengaruhi oleh budaya ketimuran. Banyak orang melihat rumah adalah kebutuhan bagi orang yang sudah berkeluarga sehingga sebelum menikah, kebanyakan orang belum memikirkan untuk membeli rumah.

“Pemikiran ini perlu di-challenge kembali. Saat sudah menikah apa lagi punya anak, kebutuhan finansial akan semakin besar. Ketika menikah, masyarakat kita terbiasa untuk mengeluarkan banyak uang untuk resepsi. Betulkah ini yang diperlukan?” kata dia.

“Justru di masa muda, saat masih lajang atau belum punya anak, beban penghasilan belum terlalu besar. Ada baiknya mulai mencicil membeli rumah. Untuk yang memiliki jenis pekerjaan formal, cicilan tetap dengan jangka panjang dapat dipilih. Untuk yang bekerja sektor informal atau musiman, bisa dengan mengumpulkan uang hasil proyek pekerjaan secara cermat.” tambah dia.

Banyak di antara masyarakat usia produktif sekarang yang terjebak menjadi sandwich generation: memikirkan masa depan untuk diri dan anak-anak, di saat yang bersamaan menjalankan bakti menjaga orang tua. Karena itu, kemampuan untuk mengelola prioritas dalam keuangan menjadi semakin penting untuk dikuasai.

“Meski bisa tinggal gratis di rumah orang tua, akan tetap lebih baik jika memiliki rumah sendiri untuk menghindari potensi konflik. Misalnya jika orang tua meninggal dan harta waris itu harus dibagi-bagi. Atau lebih baik lagi jika orang tua tinggal di rumah kita sendiri dan menyewakan rumah orang tua untuk mencukupi kebutuhan orang tua,” jelas Ike.

Meskipun tergolong lama dalam memutuskan untuk tinggal terpisah dari orang tua, para milenial ini rupanya tetap menyadari pentingnya punya rumah sendiri. Sebanyak 87 persen responden milenial yang mengaku masih tinggal di rumah orang tua mengaku sudah merancang strategi untuk membeli rumah.

Saat ditanya strategi apa saja yang digunakan untuk membeli rumah di masa mendatang, sebanyak 65 persen responden menyertakan ‘Menabung Bulanan’ sebagai salah satu strateginya. Kemudian cara lain yang juga dipilih adalah berinvestasi, sebesar 32 persen. Meski demikian, masih ada 10 persen responden yang mengaku belum mulai menabung.fp01

Most Popular

Recent Comments