Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Kejari Jakut Kampanyekan Korupsi adalah Musuh Bersama
Array

Kejari Jakut Kampanyekan Korupsi adalah Musuh Bersama

Jakarta, faktapers.id – Dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia 2018, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara (Jakut) mengkampanyekan kepada masyarakat bahwa korupsi adalah musuh bersama.

Kampanye dilaksanakan oleh seluruh Kasi, Kasubsi dan para pegawai Kejari Jakut yang mengenakan kaos T-shirt putih, sejak Senin (10/12/2018) pagi, dengan memasang spanduk, pin dan pembagian stiker yang berisi ajakan melawan korupsi.

Isi ajakan itu diantaranya, Jaksa Bersih Koruptor Merintih, Tanpa Korupsi Indonesia Berprestasi, Melangkah Pasti Cegah dan Berantas Korupsi, dan Jangan Coba-coba Korupsi.

Spanduk ajakan melawan korupsi tersebut dipasang di beberapa tempat yang dapat dilihat dengan jelas oleh masyarakat. Sedangkan stiker dibagikan kepada masyarakat di jalan yang terlihat padat dilalui oleh para pengendara, seperti di depan Kantor Kejari Jakut, Terminal Bus Tanjung Priok, Stasiun Kereta Api Tanjung Priok dan di depan Gerbang Taman Impian Jaya Ancol.

“Kampanye ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat luas akan bahaya korupsi yang dampaknya merugikan Negara. Kita harapkan dengan kampanye ini, pemahaman masyarakat akan bahaya korupsi dapat meluas sehingga korupsi tidak akan ada lagi khususnya di wilayah Jakut,” ungkap Kasi Intel Kejari Jakut, Ridho Setiawan, SH, MH.

Ridho menjelaskan, sesuai atensi dari Kejaksaan Agung, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada peringatan Hari Anti Korupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember.

“Karena berketepatan tanggal 9 jatuhnya hari minggu, maka dilaksanakan pada Senin tanggal 10 Desember,” terangnya.

Sementara itu, terkait jumlah laporan masuk masyarakat yang dilaporkan ke Kejari Jakut terkait dugaan korupsi sepanjang tahun 2018, dirinya mengaku tidak tahu keseluruhan jumlahnya.

Namun ada satu kasus korupsi yang saat ini sedang ditangani oleh Seksi Pidana Khusus yang melibatkan jajaran Pemprov DKI Jakarta mengenai dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kapal speedboat, tahun anggaran 2016.

“Kalau jumlah keseluruhan agar menanyakan kepada Kepala Kejari Jakut, karena ada laporan ke pidsus juga, jadi tidak semua ke intel. Saya juga baru 3 bulan menjabat disini,” pungkasnya. kls

Most Popular

Recent Comments