Selasa, Maret 2, 2021
Beranda DPD: PLTN Untuk Penuhi Sumber Daya Kalbar
Array

DPD: PLTN Untuk Penuhi Sumber Daya Kalbar

Jakarta, Faktapers.id – Layaknya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalimantan Barat, karena di daerah tersebut sumber daya lokalnya berlimpah.

Adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Oesman Sapta yang mengutarakan hal itu di Kantor Gubernur Kalbar, Kamis (13/12). Menurutnya, PLTN layak dibangun di Kalbar mengingat sumber bahan baku bauksit dan energi nuklir di daerah tersebut berlimpah.

“Pembangunan PLTN bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi pabrik aluminium dan kebutuhan tenaga listrik berbasis sumber daya lokal,” sebutnya.

Oesman dalam rilis Bagian Pemberitaan DPD, Kamis (13/12). Senator asal Kalbar itu menjelaskan bahwa dengan adanya PLTN akan menurunkan tarif listrik dan menggantikan energi primer yang semakin habis.

Berdasarkan penelitian, diperkirakan proyeksi kebutuhan listrik sampai tahun 2027 dibutuhkan sebesar 3783 MWe. “Kebutuhan listrik sebesar itu, secara realistis hanya dapat dipenuhi oleh PLTN dimana Provinsi Kalbar memiliki sumber daya uranium,” paparnya lagi.

Selain itu, sambung Oesman, kondisi geografis Kalbar yang bebas gempa membuat PLTN layak dibangun untuk kesejahteraan masyarakat Kalbar. Untuk itu, DPD RI mendukung langkah-langkah percepatan untuk dapat merealisasikan hal tersebut.

“Salah satu opsi kebijakannya adalah dengan dapat diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia untuk merealisasikan pembangunan PLTN,” ungkap Oesman.

Disisi lain, urai dia, salah satu bentuk dukungan DPD RI terhadap pengembangan industri, energi dan sumber daya mineral yaitu menyelenggarakan Regional Diplomatic Meeting (RDM) 2018 di Bali. Dimana DPD RI telah menjembatani dan memediasi pertemuan antara para duta besar negara sahabat dengan para gubernur.

“Pak gubernur (Gubernur Kalbar, Sutarmidji-red) telah berbicara dengan Duta Besar Rusia dan Duta Besar Finlandia terhadap peluang-peluang yang tersedia dalam pengembangan investasi di Kalbar termasuk PLTN,” sebut Oesman lagi. Terang dia untuk merealisasikan kebutuhan energi perlu memperhatikan regulasi daerah.

“Seperti melakukan percepatan agar tersusunnya rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED), sesuai UU Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Energi. Diharapkan terdapat sinkronisasi, harmonisasi, serta keterpaduan antara RUED dengan Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” tegas Oesman.

Ia pun menilai, Indonesia tidak selamanya bisa menggantungkan diri terhadap penggunaan energi fosil yang masih dominan di tanah air.

“Harus ada alternatif solusi terhadap ini. Maka PLTN merupakan solusinya,” serunya.

Di kesempatan itu juga hadir, Sesjen DPD RI Reydonnyzar Moenek, Staf Ahli Menristek dan pendidikan bidang Relevansi dan Produktivitas Agus Puji Prasetyoni, Ketua Kelompok Kerja Bidang Energi dan SDM Zulnahat Umar, Kepala BATAN Djarot Sulistio, Bupati Kubu Raya Rusman Ali.oss

Most Popular

Recent Comments