Selasa, Maret 2, 2021
Beranda DR Mubarak, Berharap Agar Kasusnya Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Array

DR Mubarak, Berharap Agar Kasusnya Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Pekanbaru, faktapers.id – Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), DR Mubarak, berharap agar mahasiswa yang bernama Komala Sari mencabut laporan polisi dan menyelesaikan perkara dugaan penganiayaan yang kini ditangani Polda Riau secara kekeluargaan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Mubarak, dilaporkan mahasiswa S3, Komala Sari, ke polisi karena Komala dilempar draf disertasi. Komala merupakan mahasiswa Mubarak di Kampus Universitas Riau, “Bertepatan saya juga sebagai rektor di Umri.

Jadi perlu saya luruskan terlebih dahulu persoalan ini, bahwa Komala itu mahasiswa saya S3 di Universitas Riau, bukan di Umri, dan saya pada konteks ini adalah dosen Pascasarjana Universitas Riau,” kata Dr Mubarak Selasa (11/12).

Sementara Mubarak sendiri selain aktif sebagai rektor Umri, juga menjadi dosen tetap di pascasarjana UR. Dalam perkara ini, dia mengatakan bahwa dirinya menjadi salah satu dosen sekaligus dosen penguji disertasi Komala Sari.

“Jadi secara institusi, Umri tidak terlibat dalam perkara ini. Karena ini antara saya dan mahasiswa saya,” ujarnya

Mubarak mengatakan sebagai seorang pengajar, dirinya sangat tidak berharap dihadapkan dengan kasus hukum, terutama dengan anak didiknya. Untuk itu, dia mengatakan akan berupaya mengambil langkah kekeluargaan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Akan tetapi, jika memang upaya itu tidak membuahkan hasil, dengan sangat terpaksa dia mengatakan juga akan mengambil langkah hukum yang sama. Langkah hukum itu digunakan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah seperti yang dituduhkan Komala Sari.

“Seperti dalam Islam kalau kita tidak membela diri Dzalim namanya,” katanya.

Dia menjelaskan saat ini dirinya menghormati proses hukum yang berlaku sementara terus berupaya berupaya melakukan langkah persuasif dengan Komala agar laporannya bisa dicabut.

“Berat saya menjawab karena dia mahasiswa saya. Sekarang saja saya sudah malu dituduh lempar disertasi dan melakukan kekerasan fisik ke mahasiswa saya. Namun, jika tuduhan itu tidak dicabut saya pertimbangkan untuk melakukan langkah hukum,” jelasnya ketika kembali ditanya kemungkinan menempuh jalur hukum perkara itu.

Laporan itu kini tengah ditangani Direktorat Kriminal Umum Polda Riau. Senin kemarin (10/12), Komala sendiri telah menjalani pemeriksaan ke dua setelah laporan tersebut masuk pada 3 Oktober 2018 lalu.

Dalam klarifikasinya Mubarak menegaskan dirinya tidak pernah melakukan penganiayaan, seperti yang dituduhkan Komala. Meski, dia tidak membantah telah melempar disertasi mahasiswanya tersebut.

“Saya akui benar telah melempar disertasinya. Tapi tidak ada mengenai tubuhnya seperti yang disampaikannya,” katanya.

.Sementara itu, dia menjelaskan bahwa pelemparan disertasi tersebut merupakan puncak dari sikap Komala yang dia sebut kurang beretika. Sebelum pelemparan itu terjadi, Komala dinilai kerap melontarkan kalimat tidak pantas sebagai mahasiswa ke dirinya. Kalimat-kalimat itu ia lemparkan ke media sosial grup Whatsapp, jauh hari sebelum pertemuan itu berlangsung.

Selain itu, Komala juga dinilai menyebarkan pernyataan yang tidak tepat, baik ke media maupun dalam laporannya ke Polda Riau. Untuk itu, dia mempertimbangkan untuk mengambil jalur hukum apabila Komala tidak mencabut laporannya tersebut. rwd

Most Popular

Recent Comments