Kamis, Juni 24, 2021
Beranda“Dua Jari” The Jakmania Dipersoalkan
Array

“Dua Jari” The Jakmania Dipersoalkan

Jakarta, faktapers.id – Salam “Dua Jari” menjadi perbincangan hangat menjelang Pemilihan Presiden 2019. Bahkan, salah satu pasangan pilpres yang mengusung salam dua jari mendapat kritikan dari lawan politiknya.

Di luar arena politik, salah satu pemilik salam dua jari, yakni The Jakmania, turut bicara.


Menyikapi panasnya perpolitikan akibat style dua jari salah satu capres sama dengan style dua jari milik The Jakmania, maka Ketua Umum The Jakmania Ferry Indra Syarief menegaskan bahwa pihaknya tidak berpolitik.

Kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id saat dikonfirmasi, Rabu (19/12), Ferry Indra Syarief, mengatakan bahwa sangat wajar bila anggota The Jakmania menggunakan style dua jari saat Persija Juara Liga I Tahun 2018 maupun saat bertanding di mana saja, dan style tersebut adalah simbol yang selalu digunakan anggotanya.

“Saya pendiri, jamannya sejak 97, saya tahu persis selama itu bagaimana sejarahnya. Ketika awalnya kita bikin logo lain, dan ada usulan logo dengan tangan itu, Gugun Gondrong langsung nyambut dengan salam dua jari – jempol telunjuk. Nah itu sudah kita lakukan selama 21 tahun kita pakai logo itu. itu sudah berlangsung lama,” ungkapnya.


Terkait digunakannya style dua jari itu ke arena politik, Ferry menegaskan bahwa The Jakmania tidak berpolitik.

“Kita tidak berpolitik,” ujarnya.
Ferry menambahkan bahwa The Jakmania tidak ada unsur politik dan tidak ingin konflik.

“Kita tidak cari makan di politik, dan kita tidak mempolitisasi organisasi kita,” tandasnya.

Terkait hak politik anggotanya, Ferry menyerahkan hal itu kepada anggotanya. “Soal anggota ingin berpolitik, bebas, silakan saja,” ujarnya.

Menurut Ferry, The Jakmania merupakan organisasi yang netral dan tidak berpihak kepada salah satu capres.

“Simbol Jakmania adalah jelas, ada gambarnya. Saya tidak pernah ada bilang anak Jakmania kalau begini (style dua jari) berarti pendukung salah satu. Saya pun tidak melihat simbol Jakmania digunakan untuk mendukung salah satu,” tandasnya.

Ferry justru menyarankan agar wartawan mengkonfirmasikan kepada salah satu capres yang menggunakan style yang sama,“Soal kenapa itu digunakan oleh salah satu capres, itu tanyakan ke mereka kenapa pakai logo itu.

Yang jelas, Jakmania sudah lama pakai logo itu. Kalau mereka mau pakai lambang yang sama, mirip karena mereka bilang habluminannas habluminallah, mirip bentuk L dan J kadang-kadang rancu, jadi itu urusan mereka. Jadi lebih tepat tanya ke mereka, kenapa mereka pakai lambang yang sama,” tegasnya.

Anies Baswedan
Style dua jari tersebut menjadi perbincangan hangat ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam acara Konferensi Nasional Partai Gerindra memperagakannya. Akibat style itu, Anies pun terancam diadukan ke Bawaslu.


Anies tertangkap kamera saat memperagakan dua jari The Jakmania saat mendapat kesempatan berdiri di podium Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Style dua jari Anies itu pun menuai pro-kontra. PDIP DKI menilai Anies tak boleh mengacungkan salam dua jari itu, karena hal itu tergolong gestur kampanye.

Karena itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono menyebut Bawaslu tak perlu menunggu laporan untuk mengusut tindakan Anies.

“Bawaslu sebetulnya tidak harus menunggu laporan, harus proaktif. Saya yakin Bawaslu sudah tahu,” katanya, Selasa (18/12/2018) kepada media.

Sementara itu, Kemendagri memastikan Anies telah mengajukan izin untuk menghadiri Konfernas Gerindra. Tak ada masalah bila Anies hadir di acara itu. Akan tetapi, menurut Kemendagri, Anies telah melakukan kesalahan.

“Dalam hal ini, kesalahan lebih pada mengacungkan dua jari tanda kampanye Prabowo-Sandi. Seharusnya diam,” tandas Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono (Soni), kepada wartawan, Selasa (18/12).

BPN Prabowo-Sandi
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menyoroti Kemendagri yang menyebut style dua jari Anies itu merupakan kesalahan.

Andre berkilah, meminta Kemendagri juga menegur para kepala daerah pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Andre menyebut gestur salam dua jari yang dilakukan Anies mungkin dalam konteks euforia keberhasilan Persija menjuarai Liga 1. Menurut Andre, wajar pose dua jari Anies yang disebutnya merupakan Salam Jempol Telunjuk atau Sajete khas Persija.

“Persija kan baru menang, jadi bisa saja Bang Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta acungkan dua jari simbol The Jak. Faktanya, di pertemuan itu, Bang Anies cerita tentang capaian Persija,” kilah Andre.

Pembelaan juga diucapkan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta. Syarif menilai tidak ada yang salah dengan pose ‘salam dua jari’ Anies itu. Gerindra menganggap Anies berpose empat jari.

Sementara itu, Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) tak sepakat dengan Gerindra yang menyebut Anies sebagai simbol The Jak. GNR menilai gestur dua jari itu merupakan simbol kampanye karena dilakukan dalam acara Konfernas Gerindra.

“Ini kan simbol dari 02, di mana kita tidak melaporkan ketika dia melakukan simbol ini di acara Jakmania, karena itu memang simbol Jakmania. Tapi di acara Konfernas Gerindra. Ini adalah preseden buruk bagi kepala daerah atau pejabat publik bahwa ini tidak boleh diulangi lagi,” terang juru bicara GNR, Agung Wibowo Hadi, di Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/12). fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments