Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda Dua Kasus Dugaan Korupsi di Kubar, Kejari Kubar Selamatkan Rp 3,8 M...
Array

Dua Kasus Dugaan Korupsi di Kubar, Kejari Kubar Selamatkan Rp 3,8 M Uang Negara

Kutai Barat, faktapers.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Syarief Sulaeman Nahdi SH MH, menyebut hingga penghujung 2018 ini, sejumlah kasus yang ditangani Kejari Kubar baik yang berada di Kubar maupun di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), sudah nyaris tuntas. Menurutnya, beberapa kasus besar diantaranya dugaan korupsi Perusahaan Daerah (Perusda) Witeltram Kubar sebesar Rp 1,6 miliar, kini telah masuk dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kaltim di Kota Samarinda.

Untuk kasus dugaan korupsi Perusda Witeltram Kubar pada tahun anggaran 2015, kerugian negara sebesar Rp 1,6 miliar kini sudah masuk dalam tahap awal persidangan di PN Tipikor di Samarinda. Dalam kasus itu ada dua tersangka yakni Tinus (Mantan Direktur Utama) Perusda Witeltram Kubar yang sejak pemeriksaan dalam penyidikan oleh Kejari Kubar langsung di tahan di Lapas kelas 2 C Sempaja, Kota Samarinda. Sedangkan tersangka kedua adalah mantan Penjabat Bupati Mahulu, yaitu tersangka Ruslan.

“Saat ini kasus dugaan korupsi Perusda Witeltram Kubar sudah masuk dalam tahap awal persidangan di PN Tipikor Samarinda. Tersangka Ruslan juga telah mengembalikan uang sebesar Rp 300 juta dititipkan kepada negara. Sedangkan untuk selanjutnya adalah kewenangan PN Tipikor Samarinda,” jelas Syarief Sulaeman Nahdi kepada harian Faktapers dan faktapers.id, Selasa (11/12), di Sendawar.

“Kami optimis kasus tersebut pada tahun ini akan ada putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht),” tambah Syarief.

Kajari Kubar juga membeberkan lebih jauh, dari sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani pihaknya di Kubar dan Mahulu sepanjang 2018 ini, salah satu kasus dugaan korupsi besar yang juga berhasil ditangani pihaknya hingga berujung ke PN Tipikor Samarinda adalah kasus dugaan korupsi dana hibah oleh Pemprov Kaltim kepada 3 yayasan pendidikan di Kubar pada tahun anggaran 2012/2013 silam sebesar Rp 18 miliar.

“Yaitu Yayasan Sendawar Sejahtera, Yayasan Sekar Alamanda dan Yayasan Permata Bumi Sendawar. Tersangkanya adalah Profesor TSS dan tersangka F yang saat ini telah ditahan di Lapas Kelas 2 C Sempaja, Samarinda. Kasus ini juga sudah masuk di PN Tipikor Samarinda, dan tersangka Profesor TSS telah mengembalikan uang kepada negara sebesar Rp 3,5 miliar,” beber Syarief.

Kajari Kutai Barat Syarief Sulaeman Nahdi SH MH didampingi Kasi Pidsus Indra Rivani, Staf Pidsus Ando Rumapea, dan Trie N saat memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait penetapan 2 tersangka dugaan Korupsi Anggaran Perusda Witelteram beberapa waktu lalu

Syarief Sulaeman Nahdi mengungkapkan bahwa Kejari Kubar komitmen seluruh kasus yang ditangani pihaknya dalam 2018 ini akan tuntas pada penghujung tahun ini juga. Dia juga berharap agar masyarakat dan semua pihak di Kubar dan Mahulu, untuk tidak segan memberikan informasi kepada Kejari Kubar jika ada indikasi terjadi penyelewenangan keuangan negara pada semua sektor dan bidang di dua kabupaten berbatasan itu.

“Sepanjang 2018 ini Kejari Kubar telah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 3,8 miliar dari sejumlah kasus dugaan korupsi yang telah ditangani. Kami mengharapkan peran serta serta keberanian masyarakat dan semua pihak untuk memberikan informasi berkaitan dengan penyalahgunaan uang negara. Hal ini adalah untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tandas Syarief. iyd

Most Popular

Recent Comments