Sabtu, Februari 27, 2021
Beranda HUT Korpolairud Ke 68, Kapolri Tito Resmikan 25 Armada Baru
Array

HUT Korpolairud Ke 68, Kapolri Tito Resmikan 25 Armada Baru

Jakarta, faktapers.id – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meresmikan 25 armada baru untuk kepolisian air dan udara yang kini telah disatukan menjadi Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud), Senin (3/12/2018), pada perayaan HUT Korpolairud yang ke 68, di Mako Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tito mengatakan, penambahan 25 armada baru ini untuk menunjang kinerja dan meningkatkan mobilitas Korpolairud dalam menjalankan tugas dan fungsinya serta memberikan pemeliharaan keamanan khususnya di wilayah perairan dan udara.

“Negara kita Indonesia memiliki garis pantai kedua terbesar, terluas, terpanjang di dunia setelah Kanada. Negara kita juga sangat luas, lebih dari 60% teritorial kita adalah perairan. Sedangkan mobilitas dapat cepat dilakukan melalui udara untuk menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya. Armada ini difokuskan untuk keamanan bukan untuk pertahanan,” tuturnya.

Tito mengungkapkan, armada yang baru itu seluruhnya buatan dalam negeri. Diantaranya, 23 armada laut terdiri dari 8 (delapan) unit kapal utama dan 15 unit kapal pemburu cepat dengan panjang 15 meter.

Delapan unit kapal utama tersebut adalah 1 (satu) unit kapal patroli lepas pantai panjang dengan nama KP Yudistira-8003 dengan panjang 73 meter, 5 (lima unit) kapal patroli panjang berukuran 48 meter dengan nama KP Laksmana-7012, KP Wibisana-7013, KP Bima-7014, KP Prahasta-7015, KP Anggada-7016, serta 2 (dua) unit kapal patroli panjang berukuran 45 meter dengan nama KP Ibis-6001 dan KP Kasturi-6002.

Sedangkan, dua armada udara yang baru diresmikan adalah satu unit pesawat terbang CN295 dan satu unit Helikopter Bell-412 EP.

Tito juga mengaku tugas kepolisian terbantu dengan kinerja Polairud yang baik. Selain memberantas kejahatan dan penegakan hukum di laut, Polairud juga melakukan langkah-langkah preventif ke pulau-pulau terluar berpenghuni yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan biasa, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat disana sehingga masyarakat dapat merasakan hadirnya Negara.

“Dengan peran yang penting ini, saya minta agar Polairud harus diperkuat. Selain personel, tapi juga sarana pendukungnya yaitu armadanya. Untuk membantu mobilitas masyarakat yang terkendala oleh akses yang minim, seperti saat terjadi bencana, kecelakaan pesawat, kapal dan lain-lain, tentu kita bergerak bersama-sama dengan unsur TNI, KKP, Basarnas dan lainnya,” ungkap Tito.

Armada yang baru ini, lanjut Tito, sementara di BKO untuk daerah yang diperlukan. Dimana ada titik yang dianggap rawan di situ BKO. Seperti di Sulawesi tengah, Lombok, Batam, Perbatasan Pantai Timur, Sumatera, Kalimantan Utara yang rawan penyelundupan, dan Manado yang rawan teroris dan penyelundupan senjata.

Pada perayaan HUT Korpolairud, Tito ingin agar para personel terus memperkuat diri dan solid. Tito juga berharap, dengan ditambahnya armada Korpolairud, penegakkan hukum di wilayah laut dan udara Indonesia dapat semakin baik ke depannya.

Usai peresmian, Tito menyempatkan diri untuk melihat-lihat ke atas armada kapal yang baru, didampingi oleh Kepala Baharkam Polri Komjen Pol Moechgiyarto, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Chairul Noor Alamsyah, Dirpolair Korpolairud Brigjen Pol Lotharia Latif, Dirpolud Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat beserta para Pati Mabes Polri. kls

Most Popular

Recent Comments