oleh

Jambore Bela Negara FKPPI Undang Presiden Hadir

Jakarta, faktapers.id – Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI) mengundang Presiden Joko Widodo menghadiri Forum Bela Negara yang akan digelar di kawasan Ragunan Jakarta, 7-9 Desember 2018.

“Bela negara merupakan satu sikap yang harus dimiliki oleh setiap warganya karena kokoh atau lemahnya suatu bangsa tergantung dari sikap dari rakyatnya,” kata Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut dia, dengan latar belakang itu, sikap bela negara sebagai komitmen warga negara harus terbangun. Jambore Bela Negara, lanjutnya, merupakan upaya dalam rangka meningkatkan kesadaran warga negara dalam bela negara karena masalah bela negara tidak cukup hanya dengan masalah pengetahuan belaka.

“Harus menjadi sikap dasar, mental, dari setiap warga negara. Untuk itu tidak cukup hanya dengan ada UU, perlu diorganisasi, dikonstruksi secara sosial dan politik,” katanya.

Ia menyebutkan catatan dari beberapa sumber termasuk Lemhanas, menunjukkan semangat bela negara turun. “Tantangan sekarang tak terbatas pada tantangan dalam bentuk militer, tantangan-tantangan dalam bentuk militer jauh lebih dahsyat, jauh lebih mematikan dibanding tantangan militer.

Oleh karena itu peran serta masyarakat menjadi sangat vital dan harus muncul di mana-mana,” katanya. Pontjo mengatakan kehadiran Presiden Jokowi yang kegiatannya sangat sibuk, sangat besar artinya untuk menambah semangat peserta jambore terutama dari daerah-daerah.

“Ada 1.300 peserta yang hadir dari seluruh provinsi di Indonesia,” katanya. Ia menyebutkan di tengah kesibukan, Presiden Jokowi akan menyediakan waktu untuk datang.

“Beliau menghargai upaya ini sebagai bentuk konkret meningkatkan bela negara yang dimiliki setiap warga negara,” katanya. Ia menyebutkan peserta datang ke Jakarta dengan biaya sendiri sementara di pusat hanya menyediakan perkemahan. Pontjo menegaskan dari serial diskusi yang digelar organisasi itu menunjukkan bahwa ketahanan nasional Indonesia kurang tangguh.

“Percuma membicarakan kemajuan ekonomi dan politik kalau ketahanan nasional kurang tangguh. Ini yang harus kita perhatikan, harus menjadi pengetahuan umum supaya kita sadar dan waspada,” kata Pontjo Sutowo. rwd

Komentar

News Feed