Minggu, Juni 13, 2021
BerandaKSOP Sunda Kelapa: Penumpang Jangan Berkeliaran Dalam Pelabuhan
Array

KSOP Sunda Kelapa: Penumpang Jangan Berkeliaran Dalam Pelabuhan

Jakarta, faktapers.id – Untuk memberikan kenyamanan sekaligus memperhatikan keselamatan penumpang, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Sunda Kelapa tidak segan-segan menegur nakhoda kapal.

Hal itu disampaikan Kepala KSOP Kelas III Sunda Kelapa, Ridwan Chaniago melalui Kepala Seksi Lala dan Uspel KSOP Kelas III Sunda Kelapa, F Yanen Silalahi, di ruangannya pada Kamis (27/12/2018), kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id.

Menurut Yanen, Pelabuhan Sunda Kelapa bukanlah pelabuhan penumpang. Namun karena ada penugasan kapal penumpang dari PT Pelni di Pelabuhan Sunda Kelapa, maka itu menjadi perhatian KSOP Sunda Kelapa.

“Sebelum tambat/berlabuh, operator kapal wajib menghubungi mitranya yaitu operator Bus Transjakarta untuk mengangkut penumpang ke luar pelabuhan. Jangan setelah tambat baru menghubungi Transjakarta,” tegas Yanen, Kamis (27/12/2018) di kantornya.

Tujuannya, sambungnya, agar para penumpang tidak terlalu lama menunggu angkutan. Karena bila terlalu lama menunggu, para penumpang biasanya berjalan kaki (berkeliaran) ke luar pelabuhan.

“Ini kan pelabuhan, maka jangan sampai ada orang yang berkeliaran bebas. Alat-alat bongkar muat barang itu kan bahaya bagi mereka (penumpang). Kalau sampai ada yang kena tali sling misalnya, kami yang kena imbasnya,” ungkap Yanen.

Yanen mengatakan, saat mendapat penugasan di KSOP Kelas III Sunda Kelapa beberapa bulan lalu, seringkali bis selain Transjakarta seperti bis metromini masuk ke pelabuhan untuk mengambil penumpang.

“Sekarang sudah tidak bisa masuk selain Transjakarta dan kami telah ingatkan operator kapalnya. Kalau sudah komitmen dengan Transjakarta, sedikit atau banyak adanya penumpang, Transjakarta harus masuk untuk membawa penumpang,” tuturnya.

Sementara itu, terkait Posko Penyelenggaraan Angkutan Laut 2018/2019, KSOP Kelas III Sunda Kelapa membuat 1 posko yang terpusat di Dermaga Kade Barat Timur (KBT) Pelabuhan Sunda Kelapa.

Posko diisi oleh 5 personel dan berkoordinasi dengan stakeholder, antara lain dengan Polsek Kawasan Sunda Kelapa terkait pengamanan kamtibmas, Dishub terkait angkutan Bus transjakarta.

“Posko ini diisi oleh 5 personel dari beberapa seksi, tugasnya untuk melakukan pemeriksaan manifest penumpang, memperhatikan aspek keselamatan penumpang. Penumpang juga dibantu untuk naik dan keluar kapal,” pungkas Yanen.

Di Dermaga KBT, kapal Pelni yang mengangkut maksimal 150 orang tersebut, bersandar 3 kali seminggu dengan tujuan penyeberangan ke dan dari Kepulauan Seribu yaitu, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, dan Pulau Pramuka. kls

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments