Senin, Maret 8, 2021
Beranda Menhub Ajak Seluruh Stakeholder Berkolaborasi Guna Tingkatkan Daya Saing
Array

Menhub Ajak Seluruh Stakeholder Berkolaborasi Guna Tingkatkan Daya Saing

Jakarta, faktapers.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak kepada seluruh stakeholder dapat berkolaborasi untuk mencari solusi terhadap segala permasalahan yang ada serta dapat memberikan masukan kepada pemerintah, terutama mengenai perkembangan logistik di Indonesia.

Hal itu dikatakan Menhub Budi saat memberikan sambutan dan arahan pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) bertema ALFI Siap Membangun Rantai Pasok Berbasis Digital Guna Meningkatkan Daya Saing, Selasa (4/12/2018), di Jakarta.

“Kita memang harus duduk bersama memikirkan bagaimana kita menyelesaikan permasalahan yang ada. Nah, kalau kita sudah berpikir ke sana, kita mungkin akan lebih cair, lebih ke sasaran untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik. Bekerja dengan konsep sinergi, semua saling memberikan masukan, maka akan menjadi lebih baik,” ujar Menhub Budi.

Budi juga mengungkapkan, upaya pemerintah untuk memajukan logistik cukup baik. Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah, yaitu membangun infrastruktur hingga ke daerah, tujuannya juga untuk logistik. Dengan infrastruktur yang baik, maka biaya dan waktu dapat dipangkas.

“Pada kesempatan (Munas ALFI) ini, saya berharap ALFI tetap memberikan kontribusi yaitu masukan bagi pemerintah ke depan untuk membuat Indonesia menjadi maju dan berwibawa,” pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Hubla Agus Purnomo yang datang mendampingi Menhub, berharap kepada ALFI dapat memberikan masukan kepada pemerintah dan membuat program-program agar biaya logistik bisa kompetitif.

”Kita bersaing dengan dunia luar, jadi di dalam negeri harus solid. Para pihak dan asosiasi yang terkait dengan biaya logistik agar bersama-sama, supaya ekspor negeri kita menjadi lebih banyak. Harga komoditas di dunia tidak beda jauh, kalau logistic costnya dapat kompetitif, ekspor akan meningkat,” tuturnya.

Pada Munas VI ALFI yang digelar di Jakarta, secara aklamasi memilih kembali Yukki Nugrahawan Hanafi sebagai Ketua Umum ALFI untuk periode 2019-2024. Yukki dipilih lagi dengan suara bulat oleh seluruh peserta DPW ALFI di seluruh Indonesia memimpin ALFI untuk periode 5 (lima) tahun ke depan.

Di pertengahan Nopember 2018, Yukki juga terpilih untuk yang kedua kalinya sebagai Chairman Asean Federation of Forwarders Association (AFFA) periode 2018-2020 melalui sidang AFFA ke 28 yang dilaksanakan di Kamboja.

Sebagai Ketua Umum terpilih, Yukki mengatakan bahwa ALFI siap mendukung penuh program pemerintah, dan membantu pemerintah mencari solusi serta memberi saran, bila ada kekurangan di kebijakan yang dikeluarkan pada sektor logistik.

“Seperti yang disampaikan Menhub, kami sudah mengajak berkomunikasi kepada beberapa asosiasi agar dapat duduk bersama, kita tanggalkan baju kita, kita buang ego sektoral, kita berikan masukan kepada pemerintah. Karena kalau kita tidak bersama sama, kita juga tidak akan kemana mana,” ungkap Yukki kepada faktapers.id.

Kolaborasi ini, lanjut Yukki, untuk melihat apa yang menjadi kekurangan pada diri masing-masing. Setelah itu, dari seluruh stakeholder dapat memberi masukan kepada pemerintah, mana saja deregulasi atau regulasi yang perlu diperbaiki.

“Sudah saatnya kita bersama sama membangun Indonesia. Kalau kita dapat berkomunikasi, berkolaborasi dan meninggalkan ego sektoral dan duduk bareng, tentunya ini akan menjadi suatu hal yang baik. Kita harus mulai berpikir bagaimana proses Indonesia ke depan, bisa jauh lebih efisien, efektif untuk meningkatkan daya saing,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Yukki juga tetap optimis dan mendorong bagaimana Indonesia dapat masuk 30 besar LPI dan 3 besar di Asean. Untuk mengawal kesana, ALFI butuh dukungan pemerintah. Menurutnya, tantangan memimpin ALFI ke depan pasti jauh lebih besar daripada lima tahun sebelumnya.

“Dengan modal kesolidan dan kekompakan seluruh anggota, ALFI akan kami bawa dan berkomunikasi dengan asosiasi lain untuk dapat bekerjasama dan menyampaikan segala bentuk permasalahan yang ada, dan akhirnya bersama-sama memberikan masukan kepada pemerintah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan dua tahunan Bank Dunia di tahun 2018, Indeks Kinerja Logistik atau Logistics Performance Index (LPI), secara global Indonesia bertengger pada peringkat ke 46 dari 164 negara. Peringkat Indonesia naik dari peringkat 63 pada tahun 2016. Namun bila dibandingkan dengan negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, Thailand (32), Vietnam (39) dan Malaysia (41), kinerja logistik Indonesia masih cukup tertinggal. kls

Most Popular

Recent Comments