Rabu, Maret 3, 2021
Beranda MTsN 32 Jakarta Selatan, Sekolah Segudang Prestasi
Array

MTsN 32 Jakarta Selatan, Sekolah Segudang Prestasi

Jakarta, faktapers.id, MTsN 32 Jakarta Selatan merupakan salah satu sekolah yang berpredikat sekolah segudang prestasi.

Dibimbing oleh tangan-tangan dingin pengajarnya, sekolah tersebut juga berhasil melahirkan anak didik berprestasi.

Kepala Sekolah dan para gurunya berhasil menerapkan pola belajar mengajar dengan cara menggali bakat dan minat peserta didiknya.

Maka tak heran bila anak didik MTsN 32 Jakarta Selatan mampu bersaing dan mendulang prestasi di bidang akedemik maupun non akademik, baik di level nasional maupun internasional.

“Salah satu peserta didik MTsN 32 Jakarta yang berprestasi, yaitu Natasha Ferolia yang meraih penghargaan dengan rata-rata terbaik ketiga dari seluruh peserta yang mengikuti UNBK Provinsi DKI Jakarta tahun pelajaran 2017/2018,” ungkap Kepala Sekolah MTsN 32 Jakarta, Hj Makiyah.

Atas prestasinya itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan penghargaan sebagai kado istimewa di HUT DKI Jakarta, 22 Juni 2018 lalu.

“Dalam UNBK 2017/2018, Natasha meraih nilai Bahasa Indonesia 10, Matematika 10, IPA 9,8 dan Bahasa Inggris 9,8,” sebut Hj Makiyah.

Klarifikasi berita

Terkait pemberitaan Koran Harian Fakta Pers, Edisi 60, tanggal 11 Desember 2019 tentang adanya kutipan di MTsN 32 Jakarta Selatan, dibantah oleh Hj Makiyah.

Hj Makiyah mengatakan kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id bahwa memang ada sejumlah uang kegiatan berupa sumbangan atau infak sukarela yang dikoordinir oleh pengurus komite, yang penggunaan uang tersebut untuk mendukung beberapa kegiatan sekolah yang anggarannya tidak cukup tercover oleh BOP/BOS.

“Proses penetapan keputusan besaran jumlah sumbangan sukarela tersebut diambil melalui rapat komite pada 8 Agustus 2018, yang melibatkan antara pengurus komite dan orang tua murid,” jelas Hj Makiyah.

Dikatakannya, adapun proses pengumpulannya disetor dan diterima oleh anggota komite kelas yang terjadwal setiap harinya di ruang komite.

“Sumbangan tersebut hanya diberlakukan bagi orang tua yang mampu dan menyanggupi, tidak diberlakukan bagi keluarga yang kurang mampu dan anak yatim/yatim piatu,” tutur Kepala Sekolah yang dikenal sangat bersahaja ini.

Kepsek mengutarakan pemerintah melalui Kemendikbud menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan Nomor 75 tahun 2016 yang menguatkan peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Peningkatan mutu yang dilakukan komite sekolah salah satunya dengan penggalangan dana sekolah (pasal 10-12).

Dalam Pasal 10 tertuang:
(1) Komite sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan
(2) Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bentuk bantuan dan /atau sumbangan, bukan pungutan.
(3) Komite sekolah harus membuat proposal yang diketahui oleh sekolah sebelum melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masarakat.
(4) Hasil penggalangan dana dibukukan pada rekening bersama antara Komite Sekolah dan Sekolah.
(5) Hasil penggalangan dana dapat digunakan antara lain :
a. menutupi kekurangan biaya satuan pendidikan;
b. pembiayaan program/kegiatan terkait peningkatan mutu sekolah yang tidak dianggarkan;
c. pengembangan sarana prasarana; dan
d.pembiayaan kegiatan oprasional Komite Sekolah dilakukan secara wajar dan harus di pertanggung jawabkan secara transparan.
(6) Penggunaan hasil penggalangan dana sekolah harus:
a. mendapat persetujuan dari komite Sekolah;
b. dipertanggung jawabkan secata transparan; dan
c. dilaporkan kepada komite sekolah.

Dan Pasal 11 disebutkan:
(1) Penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya dalam bentuk dan/atau sumbangan tidak boleh bersumber dari ;
a. perusahaan rokok dan/atau lembaga yang menggunakan merek dagang, logo, semboyan dan/atau warna yang dapat di asosiasikan sebagai ciri khas perusahaan rokok;
b. perusahaan minuman beralkohol dan/atau lembaga yang menggunakan merek dagang, logo, semboyan, dan/atau warna yang dapat di asosiasikan sebagai ciri khas perusahaan minuman beralkohol; dan/atau
c. partai politik.
(2) Pembiayaan operasional Komite Sekolah sebagai mana dimaksud dalam pasal 10 ayat (5) huruf d, digunakan untuk:
a. kebutuhan administrasi/alat tulis kantor;
b. konsumsi rapat pengurus;
c. transportasi dalam rangka melaksanakan tugas; dan/atau
d. kegiatan lain yang disepakati oleh Komite Sekolah dan Satuan Pendidikan
Dan di Pasal 12 disebutkan:
Komite Sekolah, baik perseorangan maupun kolektif dilarang:
a. menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di Sekolah;
b. melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya;
c. menciderai integritas evaluasi hasil belajar seleksi peserta didik harus secara langsung atau tidak langsung;
d. menciderai integritas seleksi penerima peserta didik harus secara langsung atau tidak langsung;
e. melaksanakan kegiatan lain yang menciderai integritas sekolah secara langsung atau tidak langsung
f. mengambil atau menyiasati keuntungan ekonomi dari pelaksanaan kedudukan, tugas dan fungsi komite sekolah;
g. memanfaatkan asset sekolah untuk kepentingan pribadi/kelompok;
h. melakukan kegiatan politik praktis di Sekolah; dan/atau
i. mengambil keputusan atau tindakan melebihi kedudukan, tugas, dan fungsi Komite Sekolah. tim

Most Popular

Recent Comments