Kamis, April 15, 2021
BerandaOSO: Perihal Perusakan Atribut Demokrat Jangan Menuduh Tanpa Bukti
Array

OSO: Perihal Perusakan Atribut Demokrat Jangan Menuduh Tanpa Bukti

Jakarta, faktapers.id – Beberapa waktu lalu bendera dan baliho Partai Demokrat telah dirusak oleh sekelompok orang. Peristiwa ini mengundang reaksi dari berbagai pihak, salah satunya Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO).

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO menilai tindakan Perusakan bendera dan baliho Partai Demokrat bergambar wajah Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono di Riau beberapa hari lalu, tidak dapat dibenarkan.

Namun, menurut Oesman, menuduh atau menuding pihak PDIP sebagai dalang di balik perusakan juga tidak boleh dilakukan.

“Tuduh menuduh itu boleh asalkan ada bukti. Kalau menuduh ada bukti enggak apa-apa. Tapi jangan menuduh tapi enggak ada bukti. Itu namanya fitnah,” kata Oesman di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (17/12).

Oesman mengaku prihatin dengan kasus perusakan atribut partai Demokrat. Menurutnya, perusakan atribut tersebut bukanlah tindakan yang benar.

“Perusakan itu nggak benar. Nggak boleh,” ujar OSO, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/12).

Sebelumnya, Andi menjelaskan bahwa pelaku perusak baliho SBY di Pekanbaru disuruh oleh orang yang memiliki kedekatan dengan PDIP.

Meski begitu, Andi tidak yakin bahwa PDIP adalah dalang dari perusakan atribut Partai Demokrat ini.

“Saat pelaku kita tanya, dia dengan gamblang bahwa dia disuruh Budi Yoto. Budi Yoto ini adik dari Hendra. Hendra adalah sopir dari Ketua DPC Pekanbaru, namanya Robin Hutagalung.

Pelaku nggak jelaskan apakah Robin Hutagalung diperintahkan Ketua DPD atau DPP PDIP,” sebut Andi, Minggu (16/12). rwd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments