Rabu, Juni 23, 2021
BerandaPemerintah Diminta Jadikan 26 Desember Hari Kesiapan-siagaan Bencana
Array

Pemerintah Diminta Jadikan 26 Desember Hari Kesiapan-siagaan Bencana

Jakarta, Faktapers.id – Anggota DPR RI, Muhammad Nasir Djamil meminta kepada pemerintah agar menjadikan tanggal 26 Desember sebagai hari Keseiapan-siagaan Bencana. Pemerintah pun diminta agar menjadikan tanggal dan bulan tersebut sebagai hari libur nasional.

Tanggal tersebut (26 Desember-red) diambil dari peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh tahun 2004 silam. Dimana Aceh mengalami kerusakan yang sangat parah. Korban yang hilang dan yang meninggal mencapai ratusan ribu jiwa,” sebut Djamil dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (26/12).

Legislator PKS yang kini duduk sebagai anggota Komisi III DPR dari daerah pemilihan Aceh itu pun mengungkapkan, usulan ketetapan tanggal 26 Desember sebagai hari libur nasional dan kesiapsiagaan bencana merupakan bentuk empati dan simpati serta pengakuan pemerintah terhadap rakyat Indonesia yang mengalami musibah gempa dan tsunami.

Menurutnya, libur nasional dan hari kesiapsiagaan bencana itu menunjukkan kesadaran bangsa ini bahwa indonesia posisinya berada di kawasan ring of fire atau cincin api yang memungkinkan Indonesia berpotensi mengalami gempa susulan dan tsunami setiap saat.

“Dengan demikian maka Indonesia akan berusaha menyiapkan sarana dan prasarana serta sumberdaya manusia, terutama menghadirkan sistem peringatan dini terhadap gempa dan tsunami, serta melakukan edukasi tiada henti kepada warga negara sehingga terwujud masyarakat yang sadar bencana,” cetus Djamil. Kini, sambung dia, sangat ironis, Indonesia di posisi ring of fire tapi langkah nyata sering insidental dan seremonial. Akibatnya, saat terjadi bencana tidak siap menghadapinya.

“Menjadikan tanggal 26 Desember sebagai hari libur nasional dan kesiapsiagaan bencana diikuti dengan menambahkan pendidikan sadar bencana di semua jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah atas. Bila perlu seluruh universitas negeri di indonesia membuka program pendidikan (prodi) tentang bencana,” tambah Djamil.oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments