Kamis, Februari 25, 2021
Beranda Porprov VI Kaltim 2018 di Kutim, Mahulu Optimis Walaupun Masih di Peringkat...
Array

Porprov VI Kaltim 2018 di Kutim, Mahulu Optimis Walaupun Masih di Peringkat ke-10

Mahakam Ulu, faktapers.id – Hingga Selasa (11/12), kontingen atlet Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), masih terus berada diperingkat ke-10 dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim dalam perolehan medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VI tingkat Provinsi Kaltim 2018 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang dibuka oleh Gubernur Kaltim H Isran Noor sejak Sabtu (1/12) lalu.

Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Mahulu, Agustinus Mereng menyebut meski Mahulu saat ini berada di urutan ke-10, namun tidak mengurangi semangat atlet kontingen Mahulu untuk terus mengejar ketertinggalan.

“Hingga Selasa (10/12), Mahulu masih berada di peringkat ke-10 dengan total perolehan 28 medali. Terdiri 2 emas, 9 perak, dan 17 perunggu. Kami tetap berbesar hati dengan perolehan sementara itu,” jelasnya kepada harian faktapers, Selasa (11/12) di Sangatta, Kutim.

Agustinus menerangkan bahwa kontingen atlet Kabupaten Mahulu diperkuat oleh 214 orang. Terdiri 127 atlet, 45 panitia, 27 official, dan 15 manajer. Dia menjelaskan awalnya target Mahulu untuk masuk dalam tujuh besar perolehan medali pada Porprov VI Kaltim 2018 di Kutim. Namun tidak dipungkiri, karena kondisi masih belum adanhya sarana prasarana olahraga di Mahulu, membuat tidak maksimal atlet Mahuluberlatih sebelum mengikuti laga porprov.

Data sementara Perolehan Medali 10 kabupaten/kota se-Kaltim

“Ini merupakan periode kedua kepengurusan KONI Mahulu sejak mekar dari kabupaten induknya Kubar pada lima tahun silam. Bahkan ini juga baru kedua kalinya KONI Mahulu mengirim kontingen atlet mengikuti Porprov VI Kaltim 2018 di Kutim. Yang pertama kali adalah mengikuti Porprov V Kaltim 2014 lalu di Kota Samarinda,” bebernya.

“Target awal mengejar 15 medali emas dan berada diurutan ke-7. Dengan cabang olahraga (cabor) andalan adalah arung jeram, beladiri, dan atletik. Tetapi semua gugur, malah cabor tinju yang tidak diandalkan ternyata bisa menyabet medali emas,” tambahnya lagi.

Dia membeberkan, penyebab utama menurunnya perolehan medali kontingen atlet Mahulu dalam porprov ini karena tidak ada sentralisasi dalam Training Center (TC), yakni karena anggaran sentralisasi TC terlambat terealisasi.

“Dana TC berkaitan erat dengan latihan rutin dan pola makan atlet, anggarannya terlambat cair. Sebenarnya pada pra porprov lalu, Mahulu mengikuti 18 cabor. Namun pada Porprov ini hanya 15 cabor yang bisa diikuti Mahulu. Untuk sementara ini meski berada di urutan ke-10 dalam perolehan medali, kontingen Mahulu masih optimis bertanding hingga usainya Porprov VI Kaltim 2018 pada 12 Desember besok,” pungkasnya. iyd

Most Popular

Recent Comments