Senin, Juni 21, 2021
BerandaPRINSIP-PRINSIP YANG HARUS DITEGAKKAN DALAM PENDIDIKAN
Array

PRINSIP-PRINSIP YANG HARUS DITEGAKKAN DALAM PENDIDIKAN

Oleh: Joko Suharto

Mengawali tulisan ini kami ingin mengajak para pembaca untuk terlebih dahulu menengok kepada pengertian dan makna dari “pendidikan”, yaitu bahwa ”Pendidikan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk mengajak peserta didik menuju kedewasaan susila”, atau dalam kata lain; ”Kegiatan Pendidikan itu merupakan suatu kegiatan pewarisan nilai-nilai budaya”. Dari pengertian tersebut terkandung arti bahwa kegiatan pendidikan merupakan kegiatan untuk membangun karakter, di samping sebagai upaya untuk membangun kecerdasan dan kompetensi keahlian peserta didik. Semua hasil kegiatan pendidikan tersebut pada kelanjutannya akan mewarnai budaya kehidupan masyarakatnya, yang berarti bila semakin baik penyelenggaraan pendidikannya, akan semakin baik pula budaya kehidupan masyarakatnya.

Dalam hal mutu pendidikan, kita akui bahwa mutu pendidikan di negara kita saat ini memang relatif masih tertinggal dari kemajuan pendidikan di beberapa negara tetangga. Oleh sebab itu pembangunan pendidikan di negara kita ini semestinya lebih dipacu untuk dapat secepatnya menuju kondisi penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.

Dalam menilai seberapa bermutunya suatu hasil pendidikan bisa saja muncul perbedaan pendapat, tergantung dari sudut pandang masing-masing. Ada sebagian orang yang hanya memandang dari sudut perolehan nilai Ujian Akhir Nasional, ada yang melihat dari sudut tingkat keberhasilan para lulusannya dalam memasuki perguruan tinggi, atau memasuki ke dunia kerja, dan ada pula yang melihat dari sudut perubahan karakter para peserta didiknya, atau pun dari sudut-sudut pandang lainnya.

Dalam melakukan pembangunan pendidikan yang dimaksud selain diperlukan upaya untuk memenuhi tuntutan kebutuhan fasilitas belajar yang memadai, juga diperlukan adanya penerapan sistem manajemen penyelenggaraan sekolah yang baik serta penerapan cara mendidik yang tepat, yang semuanya diarahkan guna mendukung tercapainya pembangunan SDM yang berkualitas.

Karena fungsi pendidikan sifatnya begitu penting dan mulia, maka dalam penyelenggaraannya perlu ditegakkan prinsip-prinsip mendidik secara konsekwen, yaitu prinsip-prinsip mendidik yang selaras dengan falsafah dan tujuan pendidikan itu sendiri, sehingga tujuan pendidikannya dapat tercapai sebagaimana mestinya. Jangan sampai para penyelenggara pendidikan mengabaikan prinsip-prinsip mendidik yang seharusnya ditegakkan tersebut, karena bila penyelenggaraan pendidikan telah mengabaikan atau telah menyimpang dari prinsipnya, berarti sekolah tersebut telah keluar dari fungsinya sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya diembannya.

Karena penegakan prinsip dalam mendidik merupakan suatu faktor penting yang harus diwujudkan secara baik, maka pelaksanaan pembangunan pendidikan perlu diarahkan untuk memperhatikan dan memastikan tegaknya prinsip-prinsip mendidik tersebut. Dengan ditegakkannya prinsip-prinsip pendidikan dimaksud maka dapat diharapkan semua lembaga sekolah akan dapat tampil sebagai lembaga ”Wawasan Wiyatamandala”, yaitu sebagai pusat pendidikan dan budaya bagi lingkungan masyarakat sekitar.

Beberapa prinsip pokok dalam mendidik yang harus selalu kita tegakkan dalam dunia pendidikan adalah, bahwa pendidikan harus dilaksanakan dengan:

  1. Taat Azas;
  2. Keteladanan/Panutan;
  3. Sadar-Serius;
  4. Jujur-Obyektif;
  5. Kasih-Sayang.

Prinsip ”Taat Azas”, berarti penyelenggaraan pendidikan harus dilaksanakan secara benar, yaitu mentaati aturan-aturan yang telah ditetapkan dan atau yang disepakati, jangan sampai ada sekolah atau guru yang justru sering melanggar aturan. Ketaatan itu antara lain dalam hal pendirian sekolah harus dilakukan sesuai ketentuannya, program kurikulum diterapkan secara konsekwen, ketentuan tentang standar penyelenggaraan sekolah dipatuhi, dan lain sebagainya. Mengapa harus seperti itu?, tentu karena sekolah dan guru adalah unsur penyelenggara pendidikan yang mengajari peserta didik dan masyarakat untuk mematuhi aturan. Apa jadinya bila yang mengajari sendiri sudah tidak patuh terhadap aturan?.

Prinsip ”Keteladanan/Panutan”, yang artinya pendidikan akan dapat berjalan secara efektif mencapai tujuannya bila para penyelenggaranya atau para gurunya memberikan keteladan atau pantas menjadi panutan. Kita tentu menyadari benar bahwa proses pendidikan akan berjalan baik bila dilakukan melalui keteladanan tersebut, tanpa itu rasanya tak mungkin tujuan pendidikan akan dapat dicapai. Jadi pihak sekolah, para penyelenggara, para pembina, para orangtua, dan warga masyarakat yang peduli, hendaknya dapat selalu menunjukkan keteladanannya dalam menegakkan nilai-nilai kehidupan, dengan menghindari pemberian contoh kelakuan yang bersifat tidak mendidik. Bila mengharapkan peserta didik dapat menjadi manusia yang bersemangat maka gurunya dulu yang harus semangat. Dan, bila peserta didiknya diharap memiliki disiplin tinggi maka gurunya dulu yang harus berdisiplin. Bila peserta didik diharapkan menjadi manusia yang berkarakter satun maka guru dahulu yang seharusnya menunjukkan perilaku hidup yang santun. Bukankah guru hendak mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada peserta didiknya?

Prinsip ”Sadar dan Serius”, artinya penyelenggaraan pendidikan jangan sampai dilakukan secara asal-asalan, karena kesalahan dalam mendidik akan berdampak luas dan panjang terhadap ”buruknya” karakter peserta didik dan budaya masyarakat. Pendidikan harus dilakukan dengan kesadaran dan keseriusan yang penuh, jangan sampai terjadi kesalahan-kesalahan dalam mendidik. Bila mengharap terbangunnya kehidupan masyarakat yang maju sejahtera maka wajib bagi kita untuk memberi perhatian penuh kepada penyelenggaraan pendidikan ini. Bila rendah mutu sekolahnya maka akan rendah pula mutu kehidupan masyarakatnya.

Prinsip ”Jujur dan Obyektif”, artinya pendidikan harus dilaksanakan dengan penuh kejujuran dan proses penilaianpun harus dilakukan dengan obyektif. Dalam kata lain pendidikan memerlukan adanya pernyataan ”Yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah”. Bila kita melaksanakan pendidikan dengan tidak jujur dan atau tidak obyektif maka berarti kita telah melakukan pembohongan kepada masyarakat, yang selanjutnya dampak negatifpun akan muncul dengan banyaknya penyimpangan-penyimpangan dalam kehidupan masyarakat. Perlu disadari bahwa ketidak jujuran penyelenggara pendidikan maupun ketidak obyektifannya proses penilaian yang dilakukan maka akan menurunkan minat dan semangat belajar para peserta didik, yang pada akhirnya akan menurunkan mutu hasil pendidikannya. Karena itu pihak sekolah, para guru, dan seluruh pihak yang terlibat di dalamnya dituntut untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan pendidikan dengan didasari oleh kejujuran serta melaksanakan penilaian secara obyektif.

Prinsip ”Kasih-Sayang”, artinya mendidik haruslah didasari oleh rasa kasih sayang terutama dari sang guru terhadap para peserta didiknya. Tidaklah mungkin terjadi proses pendidikan yang efektif bila tanpa adanya kasih sayang, karena di dalam proses pendidikan berlangsung saling interaksi antara guru dan murid, yang prosesnya akan dapat berlangsung secara baik dan lancar bila dalam interaksi tersebut telah terjalin adanya ”ikatan emosinal” antara kedua pihak. Peserta didik akan sulit menangkap informasi yang disampaikan guru bila sang murid tak suka pada gurunya, begitupun sebaliknya, sang guru akan malas mengajar bila ia tak suka pada muridnya.

Berbagai pengalaman telah banyak dilalui, berbagai contoh pun telah banyak kita lihat, namun ternyata pembangunan pendidikan di negara kita ini nampak masih berjalan lambat, belum mampu mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju lainnya. Mengapa?. Salah satu faktor penyebab utamanya adalah karena kita kurang memperhatikan prinsip-prinsip pendidikan yang seharusnya kita tegakkan. Masih banyak pihak penyelenggara/pelaksana pendidikan yang tidak taat azas, yang tidak memberikan keteladanan, yang tidak serius, yang tidak jujur dan/atau tidak obyektif. Itulah sebahagian kendala-kendala utama yang harus diatasi. Sehubungan dengan kendala itu semua maka diperlukan kepedulian kita bersama untuk saling membantu, membina pendidikan secara lebih sinergi.

Perlu disadari bahwa dalam menyelenggarakan pendidikan sangat dibutuhkan keseriusan, tidak saja keseriusan pihak guru, tetapi juga keseriusan pihak Pemerintah dan masyarakat. Jadi perhatian Pemerintah haruslah serius, penyelenggaran kegiatan pembelajaran juga harus serius, pelaksanaan ujian harus jujur dan serius, begitupun sistem penilaian harus dilaksanakan secara serius dan obyektif.

Semoga mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di hari esok akan lebih baik dari hari ini. ***

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments