Minggu, Juni 20, 2021
BerandaPuluhan Geng Motor Ditangkap Polisi
Array

Puluhan Geng Motor Ditangkap Polisi

Sukabumi, faktapers.id – Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat menangkap puluhan anggota berandalan bermotor Brigez yang tengah melakukan aksi kejahatan jalanan dan merekrut anggota baru.

“Ada 41 anggota berandalan bermotor yang kami tangkap pada Minggu, sekitar pukul 02.30 WIB di area penampungan pedagang Pasar Pelita tepatnya di Jalan/Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, di Sukabumi, Minggu (24/12).

Dari puluhan anggota geng motor tersebut enam orang dijadikan tersangka yakni IR (22), MR (16), MA (17), RR alias R (22), I (26) dan RR alias I (23). Keenam tersangka tersebut terbukti membawa senjata tajam dan melakukan pengeroyokan serta pengrusakan.

Dari tangan tersangka disita satu pucuk corbek, golok, pisau kujang, jaket Brigez, jaket GBR dan gear motor yang diduga digunakan tersangka untuk melakukan penganiayaan dan perusakan.

Selain itu, enam anggota geng motor lainnya terbukti positif menggunakan narkotika jenis Benzoat. Puluhan berandalan itu ditangkap di empat lokasi berbeda yakni Kecamatan Cibeureum, Warudoyong, Gunungpuyuh dan Cikole.

Untuk memberikan efek jera kepada para berandalan ini, polisi juga memberikan hukuman sosial yakni dengan cara memajangnya di muka umum pusat Kota Sukabumi tepatnya di Bundaran Adipura, Kecamatan Cikole yang tak ayal ratusan warga mengerubuti para geng motor tersebut.

Momen tersebut juga sempat menarik perhatian pengguna kendaraan untuk melihat wajah anggota geng motor yang sering berbuat onar, bahkan sebagian warga memfoto dan memvideonya yang kemudian disebar ke media sosial.

“Penangkapan ini juga merupakan kegiatan Operasi Lilin Lodaya 2018 untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga yang merayakan Natal dan Tahun Baru serta libur cuti bersama,” tambahnya.

Sementara, salah seorang pimpinan Geng Motor Mooraker berinisial NN mengatakan pihaknya sudah memberikan data nama-nama anggotanya kepada pihak kepolisian dan jika ada anggotanya yang membuat keresahan di masyarakat silahkan tindak sesuai hukum yang berlaku.

“Kami tidak melindungi anggota yang berbuat onar, siapapun orangnya silahkan kepada polisi untuk diberikan sanksi tegas untuk memberikan efek jera,” katanya. rwd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments