oleh

Rangka Baja Gedung Balai Budaya Badung Ambruk, Empat Jiwa Selamat

Bali, faktapers.id – Ambruknya atap baja ringan yang digunakan dalam pembangunan Gedung Balai Budaya Graha Mangu Mandala, Rabu (12/12/2018), menyebabkan empat orang pekerja harus di larikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Walau tidak sampai memakan korban jiwa, kejadian itu sempat menunda proses pekerjaan, akibat robohnya baja ringan yang menimpa crane di bawahnya.

Proyek yang sedang dikerjakan oleh PT TJS & TOA tersebut, memang lagi di kebut penyelesaiannya. Proyek tahun jamak itu bernilai kontrak Rp 300 miliar lebih.

Terkait kasus ini, pihak pelaksana yang dihubungi oleh awak media, bersikap agak tertutup.

Kepala Proyek, Cucuk Priyono dikonfirmasi melalui WA (Whatsapp), tidak mau menjelaskan.

Malah Cucuk mengarahkan agar awak media langsung menanyakan kepada pihak Humas dan Protokol Kabupaten Badung.

Kabag Humas Kab Badung, Putu Ngurah Thomas Yuniarta menjelaskan, semua korban sudah di tangani dengan baik.

“Semuanya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit dan beberapa di antaranya sudah boleh pulang, ada yang masih dirawat,” jelas Thomas melalui sambungan telepon, Sabtu (15/12/2018).

Meski ada insiden kecelakaan, Thomas memastikan pekerjaan di lapangan tidak akan mengalami keterlambatan pekerjaan.

Thomas juga menjelaskan, pihak pelaksana sampai saat ini tengah fokus pada pekerjaan, agar proyek cepat selesai, apalagi waktu sudah mepet.

Seluruh biaya korban musibah rangka baja yang jadi korban, kata Thomas, sudah dicover oleh BPJS.

“Semua pekerja sudah diikutkan BPJS. Tidak ada masalah untuk pekerjaan proyek, semoga tidak ada keterlambatan,” tambah Thomas berharap.

Perihal kronologi atap baja ringan yang jatuh, Cucuk Priyono mengaku telah melaporkan kejadian kecelakaan itu kepada Humas Kabupaten Badung.

Mengingat, kata Cucuk, pihaknya selaku pelaksana proyek tidak ada kompetensi untuk memberikan keterangan kepada wartawan terkait teknis. ans

Komentar

News Feed