Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Reuni 212, Sejuk dan Damai
Array

Reuni 212, Sejuk dan Damai

Jakarta, faktapers.id – Kekhawatiran akan terjadi chaos pada reuni akbar 212, Minggu (212), di Monas, Jakarta Pusat, akhirnya terjawab dengan kesejukan dan kedamaian. Sebanyak 25 ribu pasukan yang disiapkan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya untuk pengamanan terlihat berjaga dengan santai dan nyaman.

Massa telah memadati Monas dan sekitarnya, dan lautan massa makin meluas ketika waktu menunjukan pukul 02.00 WIB. Pukul 03.00 WIB, alumni 212 melakukan sholat tahajud bersama, dan dilanjutkan sholat subuh pada pukul 04.06 WIB.
Jalan MH Thamrin, Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Barat, Kebon Sirih, Stasiun Gambir, Tugu Tani, Patung Kuda, Abdul Muis, Istiqlal, penuh dengan massa alumni 212 yang terdorong beribadah bersama.

Takbir, Sholawat dan Dzikir bergema pada reuni akbar yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Massa terlihat antusias penuh khitmad mengikuti ibadah bersama sebagai ucapan syukur kepada Rasululloh SAW.

Keberhasilan Anies
Di reuni itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan apresiasinya kepada jutaan alumni yang menggelar reuni akbar 212 di Monas. Di kesempatan itu, Anies pun memaparkan keberhasilan Pemprov DKI Jakarta yang awalnya mustahil dipenuhi, namun kini justru terealisasi.

“Satu tahun di Jakarta, Insya Allah satu demi satu janji kita tunaikan. Yang dianggap tidak mungkin, Insya Allah kita laksanakan satu-satu,” ucap Anies.

Janji Anies yang menjadi prioritas selama menjadi Gubernur DKI Jakarta yakni rumah DP 0 persen dan penghentian reklamasi di pantai utara Jakarta akhirnya pun terwujud.

“DP 0 tidak mungkin sekarang terlaksana. Menutup tempat maksiat, sekarang terlaksana. Menghentikan reklamasi tidak mungkin, sekarang terlaksana,” kata Anies.

Anies mengatakan bahwa untuk merealisasikan program unggulannya itu dilakukan tanpa kekerasan. Ungkapan Anies itupun mendapat tepuk tangan dari jutaan alumni 212.

Selain memamerkan keberhasilannya, Anies juga mengungkapkan bahwa Indonesia bukan hanya bicara mengenai keberagaman dan latar belakang masyarakat, tetapi juga persatuan.

“Yang unik dari Indonesia adalah persatuan di seluruh rakyatnya. Ini adalah impian kemerdekaan seluruh masyarakat Indonesia,” lanjutnya.

Anies menjelaskan bahwa persatuan tidak seperti keberagaman yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Persatuan, kata Anies, adalah hasil perjuangan bersama yang direngkuh oleh masyarakat Indonesia.

Prabowo Presiden 2019
Massa terlihat makin antusias ketika melihat Prabowo Subianto hadir di tengah-tengah reuni akbar 212 sekitar pukul 07.40 WIB. Capres nomor urut dua tersebut disambut dengan teriakan “Prabowo Presiden 2019”.

Prabowo hadir mengenakan baju koko putih dan kacamata hitam. Dia juga memakai kopiah hitam.

“Prabowo! Allahuakbar!” teriak massa. Prabowo terlihat melempar senyum kedamaian dan kesejukan untuk para alumni 212.

Bendera Tauhid
Pemandangan menarik juga terlihat pada aksi damai tersebut. terlihat Bendera Tauhid berukuran besar menjadi perhatian dari peserta reuni 212.

Marwan, salah satu peserta reuni yang hadir dari Indramayu mengungkapkan keharuannya dan bangga dengan adanya Bendera Tauhid berukuran besar yang dikibarkan.

“Sangat besar dan jelas saya sebagai umat muslim merasa terpanggil untuk tetap ada di sini,” ucapnya.

Bendera Tauhid yang di bawa dengan ukuran besar ini tentunya membuat semangat para peserta reuni semakin “membara” seiring lewatnya peserta yang membawa bendera tersebut para peserta reuni meneriakkan takbir yang bersahut-sahutan.

Juru bicara reuni akbar 212, Novel Bamukmin, mengatakan, selain tak mau acaranya disangkutpautkan dengan kepentingan politik, pengibaran bendera dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas insiden pembakaran bendera yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Sangat prihatin. Menyimpang dari syariat Islam dan penghinaan agama,” kata Novel.

Karena itu, panitia reuni akbar 212 juga melarang peserta reuni menggunakan atribut yang “berbau” partai politik. Panitia menegaskan bahwa reuni akbar 212 adalah bersih dari politik.

Pesan dari Palestina
Reuni akbar 212 ini tidak hanya dihadiri jutaan umat islam tanah air, namun juga dihadiri Ulama asal Palestina. Ulama Palestina, Hamdan menyampaikan pesan untuk para peserta Reuni 212 melalui penerjemah, yakni siap membebaskan Al Aqsa dari Israel.

Hamdan menyampaikan salam dari Al Quds, Masjidil Aqsa dan Palestine. “Assalamualaikum. Misi kami rakyat Palestina seluruhnya akan menjadi wakil antum semuanya dan kami siap membebaskan Palestina dan Al Aqsa. Allahuakbar,” ujarnya di Monas.

Dalam orasinya, ulama palestina ini pun mengatakan, bahwa para peserta reuni 212 di tunggu untuk dapat berkontribusi untuk pembebasan Al Aqsa.

“Palestina dan Al Aqsa menunggu kalian untuk membebaskan Al Aqsa. Sesungguhnya Palestina dan Al Aqsa menunggu keterlibatan kalian untuk membebaskan Al Aqsa,” tutur Hamdan.

Bubar
Peserta reuni 212 mulai meninggalkan Kawasan Monumen Nasional (Monas) sekitar pukul 11.00 WIB, melalui pintu Monas yang letaknya di seberang Patung Kuda. Massa yang sejak pagi berada di sekitar Patung Kuda juga mulai membubarkan diri.

Para peserta aksi ini membubarkan diri ke berbagai arah tujuan. Ada yang bergerak ke arah Bundaran Hotel Indonesia (HI), ada pula yang menuju Jalan Budi Kemuliaan, sebagian lainnya bergerak ke arah Stasiun Gambir.

Mobil serta bus yang sebelumnya di parkir di sepanjang Jalan Medan Merdeka, perlahan-lahan juga mulai bergerak. Hal itu bertepatan dengan jam berakhirnya pemberlakuan Car Free Day di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, sehingga mobil serta bus bisa langsung berbelok ke arah Thamrin.

Kendaraan dan peserta aksi juga memadati sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan arah ke Patung Kuda. Selain itu, Jalan MH. Thamrin arah ke Bundaran HI juga terpantau padat oleh kendaraan para peserta Reuni Aksi 212.

Beberapa di antara massa aksi juga masih ada yang bertahan di dalam kawasan Monas untuk menjalankan shalat zuhur berjamaah. Sebagian lagi memilih beristirahat.

Massa juga terlihat membersihkan sampah sisa-sisa makanan dan minuman yang dibawa selama mengikuti aksi. Mereka membawa kantong plastik hitam berukuran besar untuk menampung sampah.

Sampah-sampah itu kemudian dikumpulkan menjadi satu untuk memudahkan petugas kebersihan saat mengambilnya. df/rzl

Most Popular

Recent Comments