Minggu, Juni 20, 2021
BerandaSelain Kena Pinalti, PT. Nindya Karya Abaikan Keselamatan Buruhnya
Array

Selain Kena Pinalti, PT. Nindya Karya Abaikan Keselamatan Buruhnya

Bali, faktapers.id – Pengerjaan proyek Pasar Badung tahap kedua mengalami keterlambatan. Provisional Hand Over (PHO) seharusnya sudah dilakukan pada Jumat, 21 Desember 2018.

Namun sampai berita ini di tayangkan, masih ada pekerjaan. Pekerja masih berusaha merampungkan beberapa bagian yang belum tuntas, terutama penyelesaian finishing.

Sca foulding masing terpasang di areal bangunan, hal ini terlihat di sisi sebelah barat bangunan. Pekerjaan tak hanya di kerjakan siang hari, malampun para pekerja masih terlihat bekerja.

Seperti terlihat dalam poto ( red ). Dua orang pekerja terlihat tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Tanpa helem maupun vest atau rompi. Parahnya lagi, para pekerja yang dapat tugas di bagian atas, dengan menggunakan sca folder, justru tanpa tali pengaman seperti harness atau tali pengikat body.

Kurangnya perhatian atau kontrol dari pihak pelaksana, yaitu PT. Nindya Karya, jadi sorotan. Sayang, pihak yang bertanggung di lokasi proyek tidak bisa di temui. Begitu juga dengan Site Managernya.

Pasalnya perusahaan Plat merah ini, seakan tidak mengindahkan keselamatan karyawannya. Apalagi rentannya terjadi kecelakaan kerja yang menjadi sorotan.

Dapat di bayangkan, jika para pekerja tadi terpeleset atau jatuh. Tentunya nyawa mereka jadi taruhan, Karena tanpa harness.

Sebagai Perusahaan BUMN atau Pelat merah. Tentunya pihak pelaksana punya aturan ketat masalah APD ( Alat Pelindung Diri,red ), atau K3.

Apalagi Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia. Nomer . Per . 08/MEN/VII/2010. Tentang Alat Pelindung Diri. Para pekerja juga masih terlihat ‘berjibaku’ mencoba menyelesaikan beberapa pekerjaan, terutama finishing akhir agar tuntas 100 persen.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp Agus Sudarma, PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen, red ). Menegaskan jika pihaknya sudah memberi sangsi pinalty kepada pihak pelaksana.

Karena rekanan tidak mampu menyelesaikan tepat waktu. Pihak PPK pun memberikan sangsi berupa pinalti, Pinalti dihitung sepermil atau 1/1000 dari nilai kontrak per hari. Dari nilai kontrak tahap kedua pasar Badung ini, diperkirakan PT Nindya Karya akan terkena pinalti Rp 61 juta per hari. Ans

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments