Senin, Maret 8, 2021
Beranda Senator Harap Kasus di Nduga Tak Terinternasionalisasi
Array

Senator Harap Kasus di Nduga Tak Terinternasionalisasi

Jakarta, faktapers.id – Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Carles Simaremare mengemukakan rasa prihatinya terhadap kasus penembakan di Nduga, Papua.

Ia pun menyesalkan insiden tersebut terjadi jelang perayaan Hari Natal, Pada 2 Desember 2018 lalu terjadi penembakan oleh sekelompok pelaku krimininal bersenjata pada proyek pembangunan jembatan di distrik Yigi. Pada peristiwa itu perkeja dan anggota TNI menjadi korban hingga meninggal dunia.

“Kami senator yang diutus dari Papua merasa prihatin kepada korban penembakan di Nduga, Yang patut disesalkan terjadi pada Bulan Desember dimana bulan yang penuh damai, ampun, rahmat dari Tuhan,” ujar Carles di Ruang Kerjanya Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (6/12).

Menurutnya, bulan Desember hingga akhir tahun merupakan bulan yang sangat sakral dimana ada penyelenggaran natal. Sehingga di bulan Desember ini tidak pantas ada keributan dan pembunuhan yang korbannya begitu banyak.

“Alasan dari pristiwa itu saya tidak tahu persis penyebabnya, Intinya kita tidak membenarkan kejadian itu, korban hanya warga biasa yang sedang membangun Papua,” ujar senator Papua dari daerah pemilihan Provinsi Papua itu.

Padahal, sambung Carles, pembangunan itu bisa dinikmati oleh generasi-generasi masyarakat Papua yang akan menikmatinya.

Para pekerja yang menjadi korban itu memiliki keluarga, jadi kasian bila mereka menjadi korban. “Kita juga berharap kepada TNI dan Polri untuk mengejar para pelaku.

Namun jangan sampai pengejaran ini salah tangkap atau salah sasaran,” serunya.

Carles pun berharap kepada pelaku untuk menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Namun jangan sampai ketika menyerahkan diri diperlakukan semena-mena.

“Intinya tetap menghargai yang menyerahkan diri. Kenapa menyerahkan diri? Agar menghindari warga sipil yang menjadi korban.

Karena aparat yang disana biasanya tidak bisa membedakan yang mana pelakuknya. Lantaran, wajah-wajahnya mereka mirip jadi sulit membedakan,” urai Carles.

Ia menghimbau agar TNI, Polri, dan Pemerintah jangan sampai kasus ini diinternasionalisasikan. Maka pemerintah harus berhati-hati, Sebab kasus ini bisa saja menjadi harapan mereka agar ter-publish keseluruh dunia.

“Kasus ini bisa saja menjadi harapan mereka agar jadi perhatian dunia, Jadi harus hati-hati jangan sampai seperti dulu lagi yaitu pembumihangusan,” cetus Carles.

Diketahui, telah terjadi penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT.

Penembakan tersebut terjadi di Kali Yigi dan Kali Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga, Papua. oss

Most Popular

Recent Comments