Senin, Maret 1, 2021
Beranda Soal Kasus e-KTP Tercecer, DPR Diminta Bentuk Tim Angket
Array

Soal Kasus e-KTP Tercecer, DPR Diminta Bentuk Tim Angket

Jakarta, faktapers.id – Terhitung dua tahun terakhir, puluhan ribu blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) tercecer di sejumlah tempat. Menyoal hal ini, mantan anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani menilai, kasus tersebut bukanlah sekedar kelalaian, tetapi memang sengaja dilakukan secara terencana.

“Tercecernya e-KTP merupakan modus lama, tetapi dikemas dengan cara lain. Tidak bisa kita melihat masalah ini hanya human eror atau cuma sebatas kelalaian saja. Kasus ini adalah suatu langkah yang sistematik, masif dan terstruktur,” cetus Yani saat ditemui Faktapers.id dalam sebuah kesempatan di Gedung Pusat Dakwah, Jakarta Pusat, Jumat (14/12).
Yang mendasar lagi, sambung eks politisi PPP yang kini maju sebagai calon legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB) ini, di Pemilu 2019 tidak memenuhi azas-azas yang diamanatkan UU Pemilu. Azas UU Pemilu ada kepastian, kejelasan, keterbukaan dan ketertransparanan.
“Dengan angka-angka (jumlah puluhan ribu blanko e-KTP yang tercecer di sejumlah tempat daintaranya di Bogor dan Durensawit, selama dua tahun terakhir-red) seperti itu, artinya Pemilu 2019 belum punya data yang jelas. Hal ini harusnya tidak hanya diklarifikasi, bila perlu DPR membentuk sebuah tim angket,” seru Yani.
Ia mengungkapkan, klarifikasi data pemilih adalah hal yang mendasar tentanng memilih dan dipilih. Karena, basisnya adalah kependudukan.

“Oleh karena itu, menurut saya, sebelum Pemilu 2019 ini dilaksanakan yang jauh lebih penting adalah, 1. audit forensik dulu IT-nya KPU, 2. harus selesaikan secara tuntas tentang persoalan DPT (daftar pemilih tetap), khusus juga pemilih tambahan, termasuk e-KTP yang sekarang ini bermasalah ,” ujarnya.

Menurut Yani, jika hal itu dilakukan maka akan menghilangkan siapapun yang nantinya terpilih, baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto.

“Saya menghimbau kepada pak Jokowi dan pak Prabowo agar duduk bersama lagi. Bila perlu tunda Pemilu,” tegasnya.

Ditanya siapa yang dia maksud melakukan langkah masif, sistemik dan terstruktur, terkait tercecernya puluhan ribu balnko e-KTP tersebut, yani pun membeberkan, siapa lagi kalau bukan orang-orang yang sedang berkuasa. oss

Most Popular

Recent Comments