Jumat, Maret 5, 2021
Beranda TANTANGAN ERA GLOBALISASI YANG HARUS DIJAWAB OLEH DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA (Bagian...
Array

TANTANGAN ERA GLOBALISASI YANG HARUS DIJAWAB OLEH DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA (Bagian 1)

Oleh: H Joko Suharto

1. PENDAHULUAN

A. GLOBALISASI EKONOMI
Di masa sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang sangat pesat, sehingga sistem komunikasi dan transportasi pun menjadi semakin canggih, sedangkan kegiatan perekonomian menjadi semakin terbuka dan mengglobal. Karena perkembangan itu maka persaingan dagang maupun kompetisi bidang teknologi antara bangsa menjadi semakin ketat.

Dalam kondisi kehidupan masyarakat dunia yang berkembang seperti itu rupanya telah melahirkan berbagai perjanjian kerjasama antar negara, yang antara lain kesepakatan kerjasama ekonomi serta pemberlakuan perdagangan bebas di beberapa kawasan tertentu. Bentuk perjanjian kerjasama di bidang ekonomi dan perdagangan bebas sebagaimana tersebut antara lain berupa:

  • Perjanjian Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) sebagai forum ekonomi dari 21 negara di Lingkar Pasifik.
  • Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas Amerika Utara atau North America Free Trade Agreement (NAFTA).
  • Perjanjian Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN atau ASEAN Free Trade Area, (AFTA) yang merupakan persetujuan negara-negara ASEAN mengenai sektor Produksi serta penghapus bea dan halangan non-bea dalam kawasan negara ASEAN.
  • dan lahir pula blok perdagangan lainnya di bagian-bagian kawasan lain di dunia;

Istilah Globalisasi ekonomi yang dimaksud itu adalah suatu keadaan harus perekonomian yang berlangsung dinamis, sesuai prinsip ekonomi, dimana berbagai pembatasan atau hambatan terhadap arus perekonomian tersebut semakin dikurangi sehingga arus pergerakannya menjadi semakin lebih bebas. Begitulah globalisasi ekonomi akan menjadikan ajang peraturan pasar dagang dari setiap unit usaha pada skala dunia.

Munculnya globalisasi ekonomi yang ditandai semakin terbukanya penanaman modal maupun jaringan pemasarannya, baik secara nasional, regional maupun internasional, yang antara lain disebabkan oleh adanya: Sistem komunikasi dan transportasi yang makin canggih: lalu lintas permodalan yng semakin bebas; Sistem perekonomian negara yang semakin terbuka; Manajemen dan sistem produksi yang semakin efisien; maupun karena pesatnya perkembangan perusahaan multinasional.

Dengan semakin ketatnya persaingan antar bangsa dalam upaya memenagkan pasar, maka mereka akan saling berlomba untuk menguasai pasar dagang maupun menguasai berbagai teknologi yang semakin canggih itu. Bagi Bangsa-bangsa yang memiliki keunggulan tentunya akan menjadi penguasa perekonomian dunia, sedangkan mereka yang lalai dan lemah hanyalah akan menjadikan bangsa yang miskin dan tertinggal.

B. TANTANGAN PASAR BEBAS ASEAN
ASEAN Free Trade Area atau disingkat AFTA adalah suatu kesepakan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan “perdagangan bebas” dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi di kawasan regional ASEAN. Awal pembentukkanya dilakukan oleh beberapa negara anggota ASEAN pada waktu Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapore pada tahun 1992. Adapun kesepakatan dibentuknya AFTA tersebut dimaksudkan untuk menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta menciptakan pasar regional khususnya bagi seluruh penduduk ASEAN.

Dengan telah disepakatinya pembentukkan pasar bebas di kawasan ASEAN tersebut berarti akan terjadi persaingan ketat dalam dunia perdagangan dan industri karena akan diberlakukan penurunan tarif hingga pembebasan bea masuk untuk komoditi tertentu. Dengan adanya kesepakan AFTA tersebut maka penanaman modal maupun masuknya tenaga kerja akan menjadi semakin terbuka.

Beberapa tujuan yang ditargetkan dari gerakan AFTA, diantaranya adalah:

  • Menjadi kawasan ASEAN sebagai negara-negara sumber produksi dan industri yang mampu bersaing kuat di pasar global.
  • Meningkatkan kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan antar negara anggota ASEAN.
  • Meningkatkan nilai ekspor dan impor antar negara anggota ASEAN maupun dengan negara-negara lain di luar ASEAN.
  • Mendorong Investasi dalam berbagai sektor bagi negara anggota ASEAN.
  • Menarik lebih banyak investor asing untuk menanamkan modal di negara-negara ASEAN.

Bagi Indonesia, dalam upaya meningkatkan nilai perdagangan untuk menghadapi persaingan “Masyarakat Ekonomi ASEAN” tersebut nampaknya masih banyak menemui hambatan. Kendala yang masih dirasakan di antaranya berupa penyediaan infastruktur untuk memperlancar sistem logistik, penyediaan energi listrik, penyelesaian regulasi ketenagakerjaan serta peningkatan kualitsa tenaga kerjanya, dan juga dalam penciptaan iklan investasi yang kondusif. sehubungan dengan kebutuhan terhadap kelancaran sistem logistik dimaksud maka tidak dapat ditawar-tawar lagi bahwa pembangunan infrastruktur di negara kita ini haruslah dapat segera diwujudkan.

Dalam hal mutu tenaga kerja tentunya juga mutlak harus diperhatikan, karena mutu tenaga kerja ini sangat mendukung mutu produksi dan keberhasilan dunia perdagangan. tentang upaya pemenuhan mutu tenga kerja bisa saja dilakukan dengan mengusakan penigkatan mutu pendidikan calon tenaga kerja, pelatihan-pelatihan kerja, peningkatan disiplin kerja, dan juga peningkatan mutu komunikasi kerja. ***

Most Popular

Recent Comments