Senin, Juni 21, 2021
BerandaTsunami Anyer, Dua Kompi Brimob dan Sabhara Dikerahkan
Array

Tsunami Anyer, Dua Kompi Brimob dan Sabhara Dikerahkan

Jakarta, faktapers.id – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan satu kompi Brimob dan satu kompi Sabhara dikerahkan Polda Banten untuk mengevakuasi dan penanganan darurat, menyusul terjadinya gelombang tinggi (tsunami) yang menerjang Pantai Selat Sunda.

“Brimob satu kompi dan Sabhara satu kompi sudah di lokasi musibah karena jalan terputus,” kata Brigjen Dedi saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (23/12).

Selain itu, lima ekskavator dan lima loader juga dikerahkan untuk membersihkan wilayah yang diterjang gelombang laut.

“Alat berat dan anggota (Polri) mulai menyisir jalan yang putus untuk membersihkan dan menolong para korban,” ucapnya.

Gelombang tinggi dan tsunami terjadi di kawasan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sebagian daerah Banten dan Lampung.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Minggu pagi bencana itu telah menyebabkan 43 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan dua orang hilang di Pandegang dan Serang (Banten) serta Lampung Selatan.

Pelatihan

Sementara itu, Kepala Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Jabar AKBP Nurbaja menyatakan, para personel di Mako Brimob Cikole telah mendapat pelatihan Collapased Structure Search and Rescue (CSSR). Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota secara keseluruhan, sesuai amanat Peraturan Kapolri No. 25 Tahun 2011 tentang SAR Polri.

“Dengan pelatihan tersebut, diharapkan anggota dapat mengetahui, mengerti dan memahami tentang apa yang dimaksud dengan CSSR. Lebih jauh lagi, anggota diharapkan dapat mengoperasionalkan alat-alat yang digunakan pada metode CSSR dalam pelaksanaan tugas,” kata Nurbaja.

Menurut dia, metoda CSSR merupakan metoda pencarian dan pertolongan korban yang harus dimiliki anggota Satbrimob. Dengan demikian, para personel dapat menolong atau mengevakuasi korban yang terjebak dalam bangunan atau struktur yang runtuh akibat dari bencana alam maupun bencana lainnya.

“Latihan CSSR juga bertujuan untuk mempererat kerja sama yang baik sebagai perwujudan partnership building dengan stakeholder terkait, baik internal maupun external Polri. Sekaligus membangun sinergitas Brimob bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian Dan Pertolongan (BNPP),” tukasnya. rwd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments