Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Warga Jambuk Makmur Menjerit, Harga TBS Hanya Rp.500/Kg
Array

Warga Jambuk Makmur Menjerit, Harga TBS Hanya Rp.500/Kg

Kutai Barat, faktapers.id – Kurun tiga bulan terakhir hingga kini, petani pekebun kelapa sawit di Kampung Jambuk Makmur (Resak III), Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menjerit. Pasalnya, Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami perubahan harga secara drastis. Semula per kilo gram (kg) TBS sawit menyentuh harga Rp 1.500, namun kini hanya berharga Rp 500 per kg.

“Hampir 50 persen masyarakat Kampung Jambuk Makmur kehidupannya bergantung pada kebun sawit pribadi. Tetapi dengan anjloknya harga TBS sejak 3 bulan terakhir, berdampak besar pada daya beli bahkan perekonomian masyarakat diwilayah Kecamatan Bongan dan sekitarnya,” jelas Petinggi Kampung Jambuk Makmur, Yandi Saidi kepada faktapers.id, Jumat (7/12).

Lebih jauh dipaparkannya, tengkulak lokal yang biasa menampung TBS petani diwilayah itu, kini dalam sepekan hanya mampu membeli dua kali. Parahnya lagi kata dia, salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di Resak III yakni PT Farinda Bersaudara tak mau membeli TBS dari kebun petani.

“Tidak ada tengkulak yang mampu membeli TBS petani setiap hari. Hal itu membuat harga TBS sawit petani anjlok se-Bongan. Kami (pemerintahan kampung) sudah pernah melakukan pertemuan dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kubar. Tetapi hingga saat ini belum didapat cara untuk membuat TBS sawit petani kembali berharga,” ungkapnya.

Petinggi Kampung Jambuk Makmur, Yandi Saidi

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kubar, Arkadius Elly menyebut sangat mendorong agar perusahaan perkebunan sawit yang berada di wilayah Kecamatan Bongan dan sekitarnya memberikan kuota khusus membeli buah sawit dari kebun pribadi petani. Yakni sesuai dengan harga pemerintah, saat ini TBS sawit berada dikisaran Rp 1.100 per kg.

“Memang yang kami ketahui dilapangan saat ini sejumlah pabrik tidak menerima TBS petani, karena pabrik overload. Hal itu dipengaruhi juga oleh harga Crude Palm Oil (CPO/minyak mentah sawit) dunia sedang turun,” bebernya melalui sambungan telepon.

“Kami sebagai wakil rakyat mendorong pemerintah untuk mendirikan pabrik pengolah TBS menjadi CPO ditiap kecamatan. Hal itu bisa dilakukan melalui investor swasta, atau jika memang mampu maka Perusahaan Daerah (Perusda) harus diarahkan untuk membangun pabrik CPO dibeberapa kecamatan di Kubar,” tandas politisi PAN DPRD Kubar yang berasal dari dapil Kecamatan Jempang dan Bongan itu.  iyd

Most Popular

Recent Comments