Kamis, April 15, 2021
BerandaWiranto: Jangan Sampai Timbul Perpecahan Pemilu 2019
Array

Wiranto: Jangan Sampai Timbul Perpecahan Pemilu 2019

Jakarta, faktapers.id – Menko Polhukam, Wiranto menyatakan, persaingan dan dukungan dalam kontestasi Pemilu 2019 merupakan hal yang wajar.

Namun demikian, ia mengingatkan seluruh pihak menjaga kontestasi tersebut agar tak menimbulkan perpecahan.

“Kita waspadai, kita mau Pemilu 2019. Jangan sampai urusan pemilu hilangkan kewajiban kita untuk bela negeri ini, Jangan sampai kita terpecah-belah sehingga kita harus bersatu, jangan sampai kita lupa ada yang kita bela, yakni Ibu Pertiwi,” ujar Wiranto dalam acara ‘Rembuk Nasional Bela Negara di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (17/12).

Wiranto mengingatkan, perpecahan yang diakibatkan pemilu bisa membuat bangsa Indonesia lupa dengan ancaman yang justru lebih lebih besar. Baik di dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri.

Di dalam negeri, ia mencontohkan sejumlah ancaman seperti terorisme, radikalisme, separatisme, perdagangan manusia hingga narkoba. Sementara di luar negeri, Indonesia juga menghadapi persaingan global, seperti di bidang perdagangan dan ancaman proxy war.

“Belum lagi dengan proxy war, negara lain minjam tangan orang untuk mukul negeri kita dengan cara yang sangat halus, itu semua ancaman yang ada kalau kita tidak bersatu, membela negeri ini, kita bisa terancam,” paparnya. Sayang, Hanya karena Pemilu, Kita Ribut dengan Saudara Ia mengibaratkan Indonesia seperti kapal yang berlayar menuju ke sebuah pulau.

Selama berlayar, kata dia, kapal akan menghadapi banyak tantangan, seperti arus ombak hingga badai besar.

Oleh karena itu seluruh awak kapal harus bersatu menjaga kapal terus selamat. “Tapi kalau ada dari antara kita yang justru menggali lubang di kapal kita, karena enggak ada kesadaran membela kapal itu, kita enggak akan sampai ke pulau tujuan,” ujar Wiranto.

“Kalau semuanya sudah ada kemauan bela negara, semuanya akan aman, semuanya akan lancar, negeri ini perlu stabilitas, tanpa stabilitas enggak bisa bergerak maju,” lanjutnya.

Wiranto juga mengingatkan, sudah ada beberapa contoh negara lain terancam akibat masyarakatnya tak bersatu karena fokus berkonflik satu sama lainnya. rwd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments