Jumat, Juni 25, 2021
Beranda2018, Kejari Kubar Selamatkan Uang Negara Rp 3,8 M
Array

2018, Kejari Kubar Selamatkan Uang Negara Rp 3,8 M

Kutai Barat, faktapers.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), membeberkan sejumlah kinerja yang sudah dirampungkan pihaknya sepanjang 2018 lalu di Kabupaten Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Pada 2018 kasus pidana umum (Pidum) yang ditangani Kejari Kubar yakni kasus narkoba berada diurutan pertama. Menyusul kasus perlindungan anak (PA) diurutan kedua.

“Kasus narkoba diperingkat pertama pada 2018. Pada 2017 hanya 49 perkara, meningkat dua kali lipat di 2018 menjadi 70 perkara,” terang Kepala Kejari Kubar, Syarief Sualeman Nahdi SH MH dalam Konferensi Pers di Kantor Kejari, Sendawar, Rabu (9/1).

Menurutnya, perkara pidum pada 2018 menjadi tolak ukur tugas Kejari Kubar seiring sejalan dengan Polres dan Pengadilan Negeri Kubar komitmen menuntaskan pemberantasan narkoba secara pasif.

“Setiap perkara narkoba Kejari Kubar menuntut relatif tinggi dibanding dengan yang lain, meskipun barang buktinya sedikit. Karena menjadi keprihatinan kami untuk menyelamatkan generasi bangsa dari narkoba,” beber Syarief Sulaeman Nahdi didampingi Kasi Tipidsus Indra Rivani, Kasi Tipidum Andy Bernard Simanjuntak, dan Kasi Datun Tri Nurhadi dalam konfrensi pers itu.

Dia menyebut, parahnya dalam perkara narkoba pada 2018 di Kubar ada terdakwa anak-anak. Sehingga sudah sampai tingkat yang mengkhawatirkan. Pada peringkat kedua perkara tipidum, yakni kasus Pelindungan Anak (PA) sebanyak 17 kasus.

“Kami berharap masyarakat, utamanya orang tua agar lebih mengawasi putra-putrinya dalam pergaulan, jangan lengah,” pesannya.

Lebih jauh Syarief menungkapkan, pada Perkara Pidsus sepanjang 2018 Kejari Kubar telah menyelamatkan uang negara dengan total nilai Rp 3,8 miliar dari dua perkara yang ditangani.

“Yaitu kasus pemberian dana hibah Pemprov Kaltim kepada 3 yayasan pendidikan di Kubar dan kasus dugaan korupsi Perusda Witeltram Kubar,” katanya.

Dia membeberkan, kasus korupsi dana hibah oleh 3 yayasan di Kubar sudah putus di PN Tipikor Samarinda, namun kurang sesuai. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah 10 tahun penjara kepada terdakwa Profesor Susadya Sutedjawidjaya, tetapi diputus hanya 6 tahun. Sehingga Kejari Kubar banding, dan saat ini dalam tahap kasasi.

“Uang sebesar Rp 3,8 miliar tersebut diselamatkan didalam rekening penampungan Kejari Kubar. Setelah kasus korupsi tiga yayasan itu inkracht (berkekuatan hukum tetap) oleh putusan Mahkamah Agung (MA), dan setelah putusan PN Tipikor terhadap kasus korupsi Perusda Witeltram, uang tersebut akan disetor ke kas negara,” ungkapnya.

Kajari menegaskan, berlanjut di 2019 pihaknya menekankan seluruh kasus yang ditangani untuk penyelamatan uang negara melalui pengembalian oleh para terduga koruptor. Karena disamping menghukum fisik, alangkah baik dapat melakukan pengembalian uang negara.

“Untuk kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana KPU Mahulu sebesar Rp 30 mliar tahun anggaran 2015/2016, belum ditetapkan tersangkanya. Kami masih terus mendalami seluruh barang bukti yang harus kami verifikasi. Secepatnya akan diumumkan berapa kerugian negara dari kasus itu, dan siapa tersangkanya,” bebernya. iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments