Senin, Juni 21, 2021
Beranda49 PNS Korup Belum di Pecat, KPK: Proses Pemecatan Harus Segera Dilakukan
Array

49 PNS Korup Belum di Pecat, KPK: Proses Pemecatan Harus Segera Dilakukan

Jakarta, faktapers.id – KPK menyoroti masih banyak pegawai negeri sipil (PNS) yang belum diberhentikan padahal sudah terbukti bersalah melakukan tindak korupsi. Lambatnya proses pemecatan itu pun disinggung KPK.

“KPK menerima informasi dari BKN (Badan Kepegawaian Negara) tentang masih lambatnya proses pemberhentian PNS yang telah terbukti korupsi,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (28/1).

Data dari BKN, ada 98 PNS yang terbukti korupsi tetapi sejauh ini baru separuhnya yang dipecat. Sisa 49 PNS tingkat kementerian yang belum dipecat itu paling banyak di Kementerian PUPR dan Kementerian Ristek dan Dikti.

“Beberapa kementerian ini tercatat belum memberhentikan sejumlah PNS yg melakukan korupsi, yaitu Kementerian PUPR 9 orang, Kemenristek Dikti 9 orang, Kementerian Kelauatan dan Perikanan 3 orang, Kementerian Pertahanan 3 orang, Kementerian Pertanian 3 orang, dan lain-lain,” sebut Febri.

“Sedangkan kementerian yang terbanyak memberhentikan PNS terbukti korupsi adalah Kementerian Perhubungan 17 orang dan Kementerian Agama 7 orang,” imbuh Febri.

Dia menyebut ada sejumlah kendala yang menjadi penyebab lambatnya proses pemecatan para PNS yang terbukti korupsi itu. KPK pun mendorong agar proses pemecatan harus segera dilakukan.

“Hal ini disebabkan mulai dari keengganan, keraguan atau penyebab lain para PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) dan beredarnya surat dari LBH Korpri yang meminta menunda pemberhentian para PNS tersebut,” sebut Febri.

Sebelumnya data BKN per 14 Januari 2019 menyebutkan hanya 393 PNS yang diberhentikan tidak dengan hormat dari daftar 2.357 PNS yang telah divonis bersalah melalui putusan berkekuatan hukum tetap. Selain itu, di luar data 2.357 PNS itu, ada tambahan 498 PNS yang terbukti korupsi diberhentikan sehingga total PNS yang diberhentikan adalah 891 orang.fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments