oleh

Aher dan Soni Ditunggu KPK

Jakarta, faktapers.id – Bekas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Soni Sumarsono dinanti-nantikan kedatangannya ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (7/1).

Soni dipanggil KPK karena namanya disebut-sebut pada surat dakwaan tersangka Billy Sindoro dari PT Mahkota Sentosa Utama. Namun, pemanggilan Soni oleh KPK, Senin kemarin, terkait pemeriksaan untuk tersangka Jamaludin, Kadis PUPR Kab Bekasi yang tersangkut kasus dugaan suap proyek pembangunan Meikarta. Sedangkan nama Aher disebut dalam dakwaan keempat tersangka pemberi suap dari pihak Lippo Group dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (19/12/2018).

Khusus Aher, KPK telah berupaya memanggilnya sejak 20 Desember 2018, namun yang bersangkutan tak kunjung hadir. Aher dipanggil Senin kemarin untuk tersangka Neneng Hasanah Yasin.

Terkait Aher, kabarnya KPK akan mempertanyakan Surat Keputusan Nomor: 648/Kep.1069-DPMPTSP/2017 tentang Delegasi Pelayanan dan Penandatanganan Rekomendasi Pembangunan Komersial Area Proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Surat itu berisi delegasi dari Aher untuk Kepala Dinas PMPTSP Jawa Barat terkait pelayanan dan penandatanganan rekomendasi untuk pembangunan Meikarta.

Bupati Bekasi nonaktif Neneng dan sejumlah anak buahnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi diduga menerima suap dengan total Rp 16,1 miliar dan Sin$ 270 ribu terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta. Neneng mendapat bagian cukup besar yakni Rp 10,8 miliar dan US$ 90 ribu.

Uang tersebut diserahkan PT Lippo Cikarang Tbk, melalui PT Mahkota Sentosa Utama, Billy Sindoro, pegawai Lippo Group, Henry Jasmen; dua konsultan Lippo Group yaitu Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, Kepala Departemen Land Acquisition Perizinan PT Lippo Cikarang, Edi Dwi Soesianto serta mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Toto Bartholomeus.

Sampai saat ini baru Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama yang berhasil diseret ke pengadilan. Sedangkan Neneng dan empat anak buahnya masih dalam proses penyidikan. fp01

Komentar

News Feed