Jumat, Juni 25, 2021
BerandaAkses Trans Kaltim Di Bentian Besar Rusak Parah
Array

Akses Trans Kaltim Di Bentian Besar Rusak Parah

Kubar, faktapers.id – Kerusakan akses Trans Kaltim yang menghubungkan ke Provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya diwilayah Kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat (Kubar), Kaltim, saat ini kondisinya semakin parah.

Kerusakan parah badan jalan Trans Kaltim itu mulai dari Simpang Kalteng di Kecamatan Muara Lawa, hingga ke Kecamatan Bentian Besar, bahkan perbatasan Kaltim-Kalteng.

“Sulit dilintasi, karena badan jalan yang dulunya aspal saat ini rusak parah, berlubang, berlumpur, juga ada kubangan dimusim hujan,” kata Sarjodi (40) warga Kecamatan Barong Tongkok yang melintas di jalan itu, Minggu (13/1) kepada Harian Fakta dan faktapers.id.

Masyarakat Kecamatan Bentian Besar berharap pemerintah segera memperbaiki dan mengaspal ulang akses yang merupakan urat nadi ekonomi Kecamatan Bentian Besar itu. Menurut mereka, bertahun-tahun keluhan mereka hanya menjadi penantian panjang.


“Kerusakan parah akses itu karena dilintasi oleh truk pengangkut kayu, truk pengangkut buah kelapa sawit milik perusahaan perkebunan, serta truk tangki Crude Palm Oil (CPO) yang setiap hari melintas dijalan dengan beban muatan melebihi batas maksimal,” ungkap Markus (52) warga Kampung Tendiq, Kecamatan Bentian Besar, diamini puluhan warga lainnya.

Markus menambahkan, kerusakan parah akses itu dikawasan Kampung Tendik, Tukuq, Randa Empas, dan Jelmuq Sibak. Menurutnya, jika warga sakit parah, memakan waktu sangat lama menuju Ibukota Kecamatan Bentian Besar, Dilang Puti.

“Jalan Trans Kaltim di Bentian Besar saat ini sudah tak layak dilintasi warga. Kami berharap Pemkab Kubar, Pemprov Kaltim, dan pemerintah pusat tanggap. Bahkan kami berharap pemerintah segera membangun rumah sakit pratama di Kecamatan Bentian Besar,” harapnya.
Kerusakan parah akses Trans Kaltim di Kecamatan Bentian Besar itu juga telah beredar luas di media sosial Facebook (FB) grup Keluhan & Saran Warga Kubar & Kaltim.

“Saran saya, jangan lupa bawa tali, cangkul, linggis, dan camilan jika melintas di Jalan Trans Kaltim- Kalteng di Bentian Besar,” tulis akun FB James Ronald Pongantung.

Pantauan langsung Harian Fakta dan faktapers.id, Minggu (13/1), sejak pagi hingga petang akses tersebut mulai dari Kampung Tendik, Tukuq, Randa Empas, Jelmuq Sibak, dan Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar, memang benar
dilintasi oleh puluhan truk pengangkut kayu masak (balok dan papan) dari sejumlah bandsaw dan sawmill yang kini marak di Bentian Besar.

Bahkan terparah adalah ratusan truk pengangkut tandan buah segar (TBS) sawit dan truk tangki CPO milik sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bentian Besar. Padahal poros Trans Kaltim-Kalteng merupakan jalan tipe kelas IIIC.

“Muatan mobil truk angkutan buah kelapa sawit setiap hari melebihi kapasitas. Seharusnya hanya delapan ton, tetapi dilapangan muatannya sampai 14 ton. Kalau truk tangki CPO ada yang bermuatan 25 ton sekali jalan. Kami berharap pemerintah tanggap mencari solusinya,” ungkap Anton (39) salah seorang pengemudi angkutan umum Kubar-Kalteng. (iyd)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments