Rabu, Juni 16, 2021
BerandaBPS: Nilai Impor Migas Tertinggi Terjadi pada Agustus 2018
Array

BPS: Nilai Impor Migas Tertinggi Terjadi pada Agustus 2018

Jakarta, faktapers.id – Nilai impor Indonesia sepanjang 2018 mencapai USD 188,6 miliar atau naik 20,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara nilai, peningkatan impor terjadi baik dari sektor migas sebesar USD 5,49 miliar dan non migas USD 26,14 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto menuturkan peningkatan impor migas disebabkan oleh naiknya impor seluruh komponen migas mulai dari minyak mentah, hasil minyak dan gas.

“Selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi terjadi pada Agustus 2018. Nilainya mencapai USD 3,04 miliar, sedangkan terendah terjadi pada Desember 2018 yaitu USD 1,9 miliar. Sehingga secara nilai angkanya naik sebesar 22,59 persen dibanding 2017,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/1).

Dari sisi volume, impor migas sepanjang tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 2,49 persen dari 50,3 juta ton pada 2017 menjadi 49,1 juta ton. Sementara di sektor non migas ada sepuluh golongan barang yang meningkat nilai impornya sepanjang 2018. Jika dilihat dari peranannya, sepuluh golongan barang itu memberikan kontribusi 27,25 persen terhadap total impor non migas Indonesia.

Sepuluh barang tersebut diantaranya adalah besi dan baja, plastik dan barang dari plastik, kendaraan dan bagiannya, bahan kimia organik, perhiasan, pupuk, buah-buahan, kapal terbang dan bagiannya, serta senjata dan amunisi.

“Secara total nilai impor non migas 10 barang tersebut pada 2018 adalah USD 43,2 juta atau meningkat dari tahun 2017 sebesar USD 36,03 juta,” pungkasnya.rz

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments