Kamis, Juni 17, 2021
BerandaDebat Dibatalkan KPU, Pemikiran Capres Untuk Indonesia Kedepan Disoal
Array

Debat Dibatalkan KPU, Pemikiran Capres Untuk Indonesia Kedepan Disoal

Jakarta, faktapers.id – Mengaku telah membaca visi-misi kedua kandidat capres, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menyayangkan pembatalan debat capres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia pun menyoal pemikiran capres untuk membangun Indonesia kedepan.

“Saya sudah membaca dua dokumen visi-misi yang dipublish oleh masing-masing tim sukses paslon Capres-Cawapres. Saya melihat ada masalah dicara penyusunannya dan karena itu sebetulnya akan lebih seru lagi jika diperdebatkan,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/1).

Ia pun menyayangkan langkah KPU yang akhirnya memutuskan tidak ada pemaparan, apalagi perdebatan tentang visi-misi itu. “Sehingga kita tidak tahu sebenarnya, apa yang dipikirkan oleh dua kandidat itu, tentang masa depan Indonesia, paling tidak lima tahun ke depan,” ungkap legislator PKS itu.

Menurut Fahri, dokumen visi-misi sebetulnya ada standar kerangkanya didalam cara kita melihat atau membuatnya. Pertama, dokumen visi-misi itu satu rangka dari strategis planing (perancanaan strategi), yang biasanya dibuat dalam kurun waktu tertentu, tetapi lama-lama kurun pembuatan visi-misi atau strategis dari satu kelembagaan itu.

“Makin lama makin singkat karena dinamika waktu yang semakin dinamis, sehingga cara orang melihat situasi nya itu semakin cepat dan karena itu lah strategis itu cepat sekali berubah,” urainya. Tetapi, sambung Fahri, seseorang yang menjadi presiden RI, seharus kuat dalam pemikirannya tentang apa yang akan dilakukan lima tahun kedepan kalau dia menjadi presiden.

“Nah ini lah yang seharus nya dia nyatakan secara terang benderang dalam satu statemen strategi yang bermula dari salah satunya beruipa visi-misinya itu,” cetusnya. Masih menurut Fahri, sebenarnya di dalam standar pennyusunan dokumen strategis dimulai semuanya dengan analisa. “Sebab ada pentingnya kita mendengar dari presiden kita itu, bagaimana sebenarnya dia membaca keadaan kita ini seperti apa. Ini yang pertama-tama atau yang disebut dengan analisis lingkungan atau environmental analysis,” sambungnya.

“Kita ingin tahu sebenarnya, kenapa orang seperti Prabowo itu bicaranya tentang dunia yang mengancam atau Indonesia bisa dipunah, atau 30 tahun ke depan kita sudah tidak bisa relevan dan sebagainya. Itu pasti datang dari satu analisa tentang lingkungan,” kata pimpinan DPR Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu lagi.

Sementara Jokowi, lanjut Fahri, dia sibuk bicara hal-hal yang teknis sekali sifatnya, misal tentang jalan tol, tentang jembatan dan sebagainya itu. “Tapi dia (Jokowi) mengabaikan fakta bahwa menganalisa keadaan kita apalagi sebuah bangsa itu kita mesti menganalisa gambar besarnya atau dinamika Indonesia,” papar wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Fahri pun menegaskan, yang disesalkan dari KPU, dengan merduksi satu persoalan yang penting sekali dalam proses memilih pemimpin, sehingga kita tidak tahu sudah delapan bulan masa kampanye ini, belum tahu capres menawarkan apa secara konstruktif karena tidak ada waktu bagi mereka untuk memeta persoalan.

“Untuk membaca keadaan, untuk menganalisa lingkungan yang ada di dalam maupun di luar kita, dan masa depan kita ini seperti apa. Semua itu tiba-tiba mau diringkas secara tergesa-gesa, sehingga nanti debat antara Prabowo-Jokowi sekali, dan debat lainnya juga sekali, habis itu selesai. Dan kita harus memilih dengan tema-tema sempit yang sudah ditentukan KPU itu,” ucapanya mensesalkan.oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments