oleh

Distan Kubar Akan Operasikan RPH Balok Asa

Kutai Barat, faktapers.id – Dinas Pertanian (Distan) Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mulai tahun ini akan memaksimalkan dan mengoperasikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kubar yang dibangun sejak 2010 silam di Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kubar, Sapriansyah mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu penyambungan listrik dari PT PLN Rayon Melak ke RPH itu.

Menurutnya, sejak 2018 lalu telah diupayakan agar PLN segera melakukan penyambungan listrik dengan nilai biaya sebesar Rp 199 juta, sehingga pada 2019 ini RPH itu akan bisa beroperasi.

“Distan Kubar sudah meminta agar PT PLN Rayon Melak mempercepat penyambugnan daya listrik ke RPH itu. Pihak PLN mengatakan biaya sambungan sebesar Rp199 juta lebih sesuai jarak dari simpang di Kampung Balok Asa masuk kedalam sekitar 2 kilometer. PLN Melak sudah meninjau kondisi tersebut tahun lalu, dan kami berharap itu segera direalisasikan,” jelasnya kepada Harian Fakta dan faktapers,id, Sabtu (5/1) di Sendawar.

Menurut Sapriansyah, jika RPH di Balok Asa telah tersambung listrik, maka Dsitan Kubar akan melengkapi fasilitas sarana pendukung dan peralatan lengkap. Sehingga tahun ini pula RPH itu akan difungsikan untuk pemotongan hewan bagi petani peternak serta pedagang daging 16 kecamatan se-Kubar.

“Selama ini petani peternak dan pedagang daging memotong hewan ternak mereka di Tempat Pemotongan Hewan (TPH) pribadi. Nantinya setelah RPH Balok Asa beroperasi, maka pemotongan hewan ternak se-Kubar berpusat di RPH Balok Asa,” kata dia.

“Nantinya penjagal hewan harus datang ke RPH Balok Asa jika itu sudah resmi beroperasi. Saya pastikan tahun ini akan disambung fasilitas listrik ke RPH itu. Karena sesuai aturan (Permentan) tidak boleh memotong hewan dirumah potong hewan pribadi,” urai Sapriansyah.

Diungkapkan lebih jauh oleh Sapriansyah, Distan Kubar juga berencana akan mendirikan pasar hewan disekitar lokasi RPH Balok Asa. Dengan pertimbangan agar penjualan hewan ternak se-Kubar terpusat dan mudah diawasi oleh Distan, terutama dari segi kesehatan hewan.

“Rencananya ada dua pasar hewan di Kubar. Yakni di RPH Balok Asa dan juga di Kampung Rejo Basuki Kecamatan Barong Tongkok. Karena sangat diutamakan pengawasan kesehatan hewan sebelum daging dikonsumsi oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Disinggung sejauh mana potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama beberapa tahun terakhir yang dihasilkan oleh Distan Kubar dari sumber pemotongan hewan se-Kubar?. Sapriansyah mengatakan memang masih minim. Untuk memaksimalkan PAD dari pemotongan hewan katanya, maka perlu percepatan pengoperasian RPH Balok Asa.

“Bidang Peternakan Distan Kubar baru bisa menghasilkan PAD dari pemotongan hewan sejak 2018. Rata-rata menghasilkan kontribusi PAD Rp 800 ribu perbulan khusus pemotongan sapi. Saya berharap RPH Balok Asa bisa berfungsi mulai tahun ini. Sehingga seluruh pemotongan hewan se-Kubar terpusat,” pungkasnya. iyd

Komentar

News Feed