Jumat, Juli 30, 2021
BerandaGandeng IMO, Bupati Karangasem Bangun Potensi Daerah Dengan Konsep THK
Array

Gandeng IMO, Bupati Karangasem Bangun Potensi Daerah Dengan Konsep THK

Bali, faktapers.id – Kunjungan Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, dalam rangka pengembangan dan memperluas jaringan kemitraan di sambut antusias oleh Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri, S.Sos, M.AP didampingi Kaban Bapeda di rumah kediaman Bupati Karangasem, Rabu (2/1).

Kunjungan tersebut bertujuan untuk berkerjasama dalam mengangkat potensi daerah, yang berkaitan dengan lintas sektoral.

Dengan tujuan agar pembangunan di Kab. Karangasem, akan terus bersinergi. Dengan berbasis kearipan lokal, serta dapat memaksimal potensi daerah secara menyeluruh.

Hal ini di jelaskan oleh Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail di dampingi Plt Bedum, Jeffry Karangan, Wakil Bedum, Bayu Hannindya Putra, Wakil Ketua Bidang Usaha, Cornelius Vidi Simanjuntak dan Dewan Pembina DPW Bali IMO lndonesia saat menghadap Bupati.

Lebih lanjut kata oleh Yakub, ternyata pesona dan potensi lintas sektor yang ada di Kabupaten Karangasam menarik perhatian IMO-Indonesia untuk dapat bersinergi dalam upaya meningkatkan kerjasama dalam hal pemberitaan terkait percepatan pembangunan di Karangasem.

Kunjungan ini pun di respon positif oleh Bupati. Apalagi kondisi daerah, dan juga potensi yang ada di Kabupaten Karangasam, butuh dukungan semua pihak. Termasuk media.

Bupati wanita pertama di Kabupaten Karangasem ini, menuturkan jika daerah yang di pimpinnya banyak memiliki potensi. Terutama kawasan wisata.

“Kabupaten Karangasem yang terletak di timur pulau Bali memilliki pantai terluas di Bali, dan panorama yang sangat khas, dengan kontur yang dinamis, salah satunya adalah keindahan Gunung Agung sebagai ikon Bali termasuk Pura Besakih yang juga menjadi ikon Bali. Makanya Karangasem sebagai hulu pulau Bali ini kalau dilihat dari konsep Tri Hita Karana (THK).” ujar Mas.

Ibu Mas ( panggilan akrab ) menambahkan, untuk membangun Karangasam harus mengacu pada konsep Tri Hita Karana, karena masyarakat Karangasem masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat serta budaya,sehingga seluruh kearipan lokal yang melekat dengan budaya Bali. Berjalan seirama. Apalagi mengingat Karangasem sebagai daerah lahirnya kerajaan tertua di Bali.

“Untuk itu kami, sudah mencangkan untuk membangun gedung serbaguna di 8 Kecamatan, dengan luas tanah 20 hektar. Dengan harapan untuk mampu menampung pengunjung hingga 1000 orang, dan dapat dipergunakan oleh masyarakat sebagai pusat kegiatan lainnya. Hal lain, agar bisa berdampingan dan sejalan dengan budaya,” ujar Bupati Mas.

Terkait pembangunan pariwisata spiritual serta desa adat dengan budaya yang ada. “Kiranya kami akan mensupport agar pemberitaan khususnya Kabupaten Karangasem. Mendapat prioritas utama.

Apalagi tujuannya mengangkat potensi dan pesona daerah, menjadi bagian dari pemberitaan dari media-media yang tergabung pada IMO-Indonesia secara Nasional,” janji Yakub. Di tambahkan juga oleh Yakub, hal tersebut diharapkan agar di ikuti secara lebih luas, baik nasional maupun internasional. Sinergitas IMO-Indonesia, di harapkan bermanfaat positif dan menjadi maslahat,” pungkas Yakub.

Bupati Mas kembali menjelaskan, bawahsanya percepatan pembangunan di daerahnya dikerjakan dengan senang hati, apalagi desa-desa yang belum terealisasi pembangunanya. Untuk mensejahterakan masyarakat,melalui pembangunan, jangan asal melanggar aturan dan tupoksi yang ada.

“Tugas kami sebagai Bupati, hanya untuk mengatur, merapikan dan membuat jalan bagi seluruh masyarakat, Karena kabupaten Karangasem berada diujung timur pulau Bali,makanya Karangasem menjadi hulu pulau ini dilihat dari peradaban sejarah, dengan”tagline” Karangasem Spirit of Bali,” ujar Bupati dari Partai Nasdem ini.

Lebih lanjut kata Bupati untuk mewujudkan Karangasem yang cerdas sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yang di wujudkan melalui Visi pembangunan.

Dengan misi dan visi serta menggali potensi pariwisata dengan Sapta Pesona, serta mencerdaskan masyarakat dengan peningkatan mutu dan kuwalitas pendidikan.

“Kekurangan dan kelemahan Karangasem masih sebagai daerah bencana, daerah tuna karya, daerah katagori miskin dengan ABDP yang kecil. Untuk itu sebagai masyarakat Karangasem perlu berpikir cerdas dan berpikir besar, dan saya meyakini banyak masyarakat yang akan menjadi orang – orang sukses,” katanya.

Ia juga mengaku akan segera mewujudkan program desa interpreneur, dengan mewujudkan pariwisata spiritual berbasis desa adat, mall pelayan publik satu pintu, termasuk membuat pelayanan cepat, seperti di rumah sakit ada service centre, di BPBD punya pelayanan cepat, dan Dinas Sosial ada Tagana.

“Jadi untuk membangun suatu daerah sebenarnya tidak sulit, yang penting kekompakan, makanya kami ingin membangun gedung serbaguna tersebut untuk memberdayakan masyarakat, dan hal inilah yang akan kami sinergikan,” tegas Bupati. Ans

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments