Senin, September 27, 2021
BerandaHasil Survei BPS 4 Tahun Terakhir, Kemiskinan di Kubar Terus Bertambah
Array

Hasil Survei BPS 4 Tahun Terakhir, Kemiskinan di Kubar Terus Bertambah

Kubar, faktapers.id – Hasil survei sosial ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), mencatat bahwa selama empat tahun terakhir, angka kemiskinan di Kubar terus bertambah setiap tahun.

Kepala BPS Kubar, Gandi Wilyanto mengungkapkan, sejak 2015 hingga 2018 angka kemiskinan di Kubar cenderung mengalami kenaikan. Angka tersebut menurutnya diperoleh dari hasil pendataan BPS setelah Kabupaten Kubar berpisah melalui pemekaran dengan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

“Pada 2015 jumlah penduduk Kubar mencapai 150 ribu jiwa, jumlah penduduk miskinnya sekitar 12,12 ribu jiwa. Pada 2016 jumlah penduduk miskin Kubar 12,65 ribu jiwa, berlanjut tahun 2017 sebanyak 12,81 ribu jiwa, dan pada 2018 sebanyak 13,49 ribu jiwa penduduk miskin Kubar,” terang Gandi Wilyanto kepada Harian Fakta dan faktapers.id di ruang kerjanya, Rabu (23/1).

Diutarakannya BPS Kubar mendapatkan angka tersebut melalui survei sosial ekonomi nasional menggunakan metode statistik. Yakni setiap blok sensus terpilih mendata 10 rumah tangga secara acak. Dalam sensus itu yang ditarget bukan kepala keluarga (KK), tetapi rumah tangga penduduk.

“Persentase penduduk miskin di Kubar pada 2015 yaitu 8,33 persen, pada 2016 sebesar 8,65 persen, berlanjut 2017 sebesar 8,72 persen, dan pada 2018 sebesar 9,15 persen,” ujarnya.

Kemudian Gandi menyebutkan, dari angka kemiskinan penduduk Kubar selama 4 tahun terakhir terus meningkat, tetapi tingkat kedalaman penduduk miskin tersebut dengan angka bervariasi.

Ia berpendapat persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lainnya adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

“Pada 2015 tingkat kedalaman penduduk miskin di Kubar sebesar 1,42 persen, pada 2016 sebesar 1,56 persen, pada 2017 sebesar 0,91 persen, dan pada 2018 sebesar 1,19 persen,” sebut dia.

Gandi menyampaikan tingkat keparahan (ketimpangan) penduduk miskin selama 4 tahun terakhir di Kubar juga terlihat pada 2015 sebesar 0,41 persen, pada 2016 sebesar 0,37 persen, 2017 sebesar 0,16 persen, dan pada 2018 sebesar 0,26 persen.

“Sesuai data statistik, garis kemiskinan penduduk perkapita di Kubar pada 2015 dengan penghasilan Rp 410,307 ribu perbulan. Pada 2016 sebesar Rp 447,311 ribu perbulan, 2017 sebesar Rp 485,551 ribu perbulan, dan pada 2018 sebesar Rp 517,621 ribu perbulan pendapatan perkapita,” urainya.

Untuk mengukur kemiskinan, BPS Kubar menggunakan konsep Basic Needs Approach (kebutuhan dasar). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, yang diukur menurut garis kemiskinan.

Perlu diketahui, garis kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan (setara 2100 kilo kalori perkapita perhari).

Sedangkan garis kemiskinan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok non makanan lainnya. Penduduk miskin yaitu penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah kemiskinan.iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments