Senin, Juni 21, 2021
BerandaIdentifikasi Gempa dan Tsunami, DPR Bentuk Timwas PBN
Array

Identifikasi Gempa dan Tsunami, DPR Bentuk Timwas PBN

Jakarta, faktapers.id – Beberapa bulan tetakhir, sejumlah wilayah di Indonesia dilanda gempa dan tsunami. Menyikapi bencana alam tersebut Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Nasional (Timwas PBN) pun dibentuk.

Memimpin Timwas PBN DPR RI, Fahri Hamzah mengungkapkan, pihaknya akan mengadakan rapat koordinasi dengan semua stakeholder, guna mengidentifikasi masalah yang terjadi.

“Satu masa sidang ini kita akan mengadakan rapat dengan mengundang beberapa stakeholder, guna mengidentifikasi masalah serta melihat isu strategis terkait penanganan bencana. Kita juga akan melakukan kunjungan ke lapangan. Salah satu fokus kita adalah memantau sistem mitigasi,” ujar dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/1).

Urai politisi PKS yang juga Wakil Ketua DPR ini, pembentukan Timwas bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi bagi daerah-daerah yang terdampak bencana. Terutama di daerah-daerah yang terkena dampak parah, seperti Sulawesi Tengah, Nusa Tengara Barat, Lampung dan Banten.

“Pembentukan Timwas ini diharapkan dapat mendorong pemerintah agar dapat efektif dan efisien dalam menangani dampak bencana di daerah yang terkena dampak parah,” cetus Fahri. Pimpinan DPR Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) ini pun menuturkan, rapat perdana Timwas PBN, Rabu kemarin (9/1), menyambangi Kantor Pusat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Kemayoran, Jakarta.

Di kesempatan ini, juga hadir Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ermalena (F-PKB), Anggota Komisi IX DPR RI Andi Fauziah (F-Golkar), Anggota Komisi IX DPR RI Verna Gladies Merry Inkiriwang (F-Demokrat) , Anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati (F-PDI Perjuangan), Anggota Komisi VI DPR RI Supratman Andi Agtas (F-Gerindra), dan Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi (F-NasDem), mulai menyusun agenda kegiatan kerja Timwas selama satu masa sidang.

Diketahui, pada tahun 2018 jumlah gempa di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat dari sekitar 6.000 menjadi 10.000-an. Lempeng bumi sedang menggeliat dan berimbas pada gunung berapi dan pergerakan benda-benda di permukaannya. oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments