oleh

Jembatan Tering di Kubar Mangkrak, Tanggung Jawab Pemprov Kaltim ?

Kubar, faktapers.id – Masyarakat Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempertanyakan kondisi pembangunan Jembatan Sungai Mahakam di Kampung Jelmuq, Kecamatan Tering, yang dibangun sejak tahun 2002 hingga saat ini, mangkrak.

Mereka berharap Gubernur Kaltim H Isran Noor bersama Wagub H Hadi Mulyadi dapat meneruskan pembangunan Jembatan tersebut, karena dinilai jika Jembatan Mahakam Tering bisa diselesaikan pembangunannya, maka akan membangkitkan perekonomian masyarakat beberapa kecamatan diwilayah itu.

HM Zainuddin

“Sangat tidak jelas, sudah belasan tahun tetapi tidak pernah selesai. Kalau memang Jembatan Mahakam Tering tidak dilanjutkan lagi, segera dibatalkan. Kami berharap DPRD Kaltim menyikapi hal itu. Jika memang dibatalkan, maka segera diumumkan secara resmi kepada masyarakat,” ungkap Aspian (45) warga Kampung Tering Seberang, kepada Harian Fakta dan faktapers.id, Minggu (20/1).

Begitu pula diungkapkan Mikael (37) warga Kampung Tering Lama. Menurutnya, ada baiknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menelusuri pembangunan Jembatan Mahakam Tering yang mangkrak puluhan tahun ini. Katanya, mungkin proyek itu adalah ‘proyek siluman’ tersembunyi dan luput dari ‘teropong’ KPK.

“Kami menyesalkan sikap pemerintah yang terindikasi membiarkan proyek yang telah memakan uang rakyat sangat besar, namun tidak pernah selesai dikerjakan. Kami mohon KPK tanggap dengan kondisi pembangunan Jembatan Mahakam di Tering yang mangkrak,” kata Mikael (37).

Jembatan Mahakam Tering, Kubar

Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Kubar HM Zainuddin Thaib, mengakui bahwa mangkraknya Jembatan Mahakam Tering, adalah tanggung jawab Pemprov Kaltim. Dia menyebut sudah berulang melaporkan kondisi tersebut kepada Pemprov Kaltim bahkan mengikuti audensi dengan DPRD Kaltim terkait kondisi Jembatan Tering yang mangkrak tersebut.

“Tanggung jawab provinsi. Sangat diperlukan masyarakat, provinsi harus melaksanakan dan melanjutkan penyelesaian pengerjaan proyek Jembatan Tering. Saya berulang mengikuti audensi dengan DPRD dan Pemprov Kaltim, bahkan hasil audit BPK terhadap jembatan itu sudah ada,” bebernya kepada harian ini melalui seluler.

Dia menyayangkan sikap lamban Pemrpov Kaltim. Menurutnya, peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Mahakam Tering dilakukan oleh Gubernur Kaltim kala itu, Suwarna AF. Namun telah belasan tahun hingga saat ini pembangunan jembatan itu tak kunjung selesai.

“Jembatan Mahakam Tering sangat diperlukan masyarakat. Penghubung beberapa kecamatan, kebagian hilir dari Kubar menuju Jembatan Martadipura, Kota Bangun, Kukar. Kebagian hulu penghubung kebeberapa kecamatan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Sekali lagi saya katakan, pembangunan jembatan itu harus dilanjutkan,” tandasnya.

Informasi yang dikumpulkan oleh Harian Fakta dan faktapers.id, selama lima tahun sejak awal pembangunan Jembatan Sungai Mahakam di Tering, telah memakan biaya sebesar Rp 55,189 miliar. Sejak 2002 hingga 2009 proyek raksasa itu dikerjakan dan diawasi langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kubar. Sedangkan pada 2010 dan 2015 diawasi dan dikerjakan oleh DPU Kaltim.

Saat ini dilokasi pembangunan Jembatan Mahakam Tering hanya terlihat berdiri sejumlah tiang pilar disisi kiri-kanan Sungai Mahakam di Kampung Jelmuq. iyd

Komentar

News Feed