Rabu, Juni 23, 2021
BerandaKBRI Singapura Kawal Penanganan Kasus Pembunuhan WNI
Array

KBRI Singapura Kawal Penanganan Kasus Pembunuhan WNI

Jakarta, faktapers.id – Seorang Tenaga Kerja Indonesia Nurhidayati Wartono Surata (NWS), 34 tahun, ditemukan tewas di Golden Dragon Hotel di Geylang di Singapura pada Minggu (30/12).

Seorang pria Bangladesh bernama Ahmed Salim, 30 tahun, didakwa atas pembunuhan tersebut, dan ia muncul di pengadilan pada Rabu (2/1).

Polisi mengatakan bahwa keduanya saling kenal tetapi dokumen pengadilan tidak mengungkapkan sifat hubungan mereka. NWS kemudian ditemukan berbaring tak bergerak di sebuah kamar hotel.

Paramedis mengumumkan kematiannya di tempat kejadian, bahwa ia memiliki tanda di lehernya serta memar di lengannya. Polisi menangkap Ahmed dalam waktu 14 jam setelah laporan dibuat.

Jaksa penuntut umum Singapura mendakwa Ahmed Salim, lelaki asal Bangladesh, karena diduga membunuh seorang tenaga kerja asal Indramayu, Jawa Barat, Nurhidayati Wartono Surata (34). Jika terbukti, dia terancam hukuman mati.

Dia mulai menjalani sidang hari ini. Setelah mendengarkan dakwaan, hakim menyatakan sidang selanjutnya digelar pada Rabu pekan depan.

Kepolisian menuturkan Ahmed dan Nurhidayati saling mengenal, meski dokumen pengadilan tak menjelaskan riwayat hubungan keduanya.

Rabu (2/1), melaporkan polisi mendapat informasi tentang pembunuhan Nurhidayati pada Minggu pekan lalu sekitar pukul 22.45 waktu setempat.

Nurhidayati disebut ditemukan sudah tak bernyawa di kamar hotel dengan luka memar di leher dan tangannya. Petugas paramedis mengatakan perempuan itu tewas di tempat kejadian.

Menurut salah satu pegawai hotel, keduanya sempat memperpanjang waktu pemesanan hotel yang semula untuk tiga jam, menjadi lima jam.

Surat Kabar Singapura, Lianhe Wanbao melaporkan petugas hotel menemukan jasad Nurhidayati ketika masuk ke kamar hotel.

Seorang tamu hotel mengaku tak mendengar keributan atau melihat hal mencurigakan di kamar hotel tersebut. Dia mengaku mengetahui insiden itu ketika polisi mengetuk kamar hotelnya.

Ahmed ditangkap 14 jam setelah polisi mendapat laporan tersebut.

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan KBRI Singapura telah menerima laporan pembunuhan Nurhidayati.

Iqbal mengatakan berdasarkan data KBRI Singapura, Nurhidayat telah bekerja di negara tersebut sejak 2013 lalu. Kontrak kerja terakhirnya dibuat pada 2016 lalu.

Lebih lanjut, Iqbal menuturkan KBRI terus melakukan koordinasi dengan kepolisian Singapura. Dia memastikan seluruh hak-hak mendiang terpenuhi.

Ia menyebut jasad Nurhidayati baru bisa dipulangkan ke Indonesia setelah proses autopsi selesai.

KBRI Singapura akan memantau penanganan kasus ini oleh otoritas Singapura, memastikan pemenuhan hak-hak almarhumah dan memulangkan jenazah almarhumah kepada keluarganya di Indramayu setelah selesainya proses otopsi. rwd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments