Jumat, Juni 25, 2021
BerandaKejari Kubar Terima Tersangka Korupsi ADD, Syarif: Potensi Kasus Lainnya Tetap Ada
Array

Kejari Kubar Terima Tersangka Korupsi ADD, Syarif: Potensi Kasus Lainnya Tetap Ada

Kubar, faktapers.id – Polres Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur, menyerahkan tersangka berinisial La (59), yang terseret dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Kampung Ongko Asa, Kecamatan Barong Tongkok. kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kubar, Jumat (25/1).

Tersangka La merupakan mantan juru tulis (Sekretaris) Kampung Ongko As. Selain itu tersangka dalam kasus ini, merangkap sebagai kordinator Tim Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Keuangan Kampung (TPTPKK) Ongko Asa.

Dia membuat laporan realisasi pertanggung jawaban fiktif pembangunan Gedung Posyandu pada pelaksanaan APBKam tahun anggaran 2016 silam sebesar Rp 110.548.000.

“Betul, tersangka kasus ADD yang diserahkan ke kami,” kata Kepala Kejari Kubar, Syarif Sulaeman Nahdi kepada Harian Fakta Pers dan faktapers.id, Minggu (27/1) di Sendawar.

Syarief Sulaeman Nahdi menambahkan, kasus ini menjadi atensi pihaknya untuk dituntaskan secara hukum.

Ditanya untuk kasus serupa di kampung lainnya. Kejari mengatakan, kalau melihat dari kasus ini, maka potensi kasus lainnya tetap ada. Namun pihaknya berharap seluruh aparat kampung melaksanakannya pekerjaan yang berkaitan dengan uang negara wajib sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).

“Jika di kampung juga di temukan cukup bukti melakukan penyalahgunaan ADD, pasti akan dilakukan tindakan hukum. Kasus ADD yang lain kami juga masih melakukan kordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP),” ungkap, Kasi Pidana Khusus Kejari Kubar, Indra Rivani menambahkan.

Sementara itu Kapolres Kubar AKBP I Putu Yuni Setiawan mengutarakan, pihaknya (Tipikor Polres Kubar) sudah melimpahkan tersangka bersama barang bukti kepada Seksi Pidana Khusus Kejari Kubar, untuk dilakukan penuntutan di persidangan.

Dikatakannya tersangka dalam kasus ini, adalah menjabat sebagai juru tulis serta merangkap sebagai kordinator TPTPKK Ongko Asa, yang membuat laporan realisasi pertanggung jawaban fiktif pembangunan Gedung Posyandu pada pelaksanaan APBKam tahun 2016 silam.

“Tersangka (La), terbukti menggelapkan dana Silpa APBKam 2016 sebesar Rp 110.548.000. Perbuatan tersebut melanggar pasal 3 UU RI No.31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagai mana diubah dengan UU RI No.20 tahun 2001, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 KUHPidana,” tandas Kapolres melalui Kasat Reskrim Ida Baguskadek.

Diketahui, periode pertama pada tanggal 26 Juni 2016, tersangka melakukan penarikan dana ADK untuk kebutuhan biaya pembangunan Gedung Posyando setempat. Sesuai APBKam Ongko Asa, sebesar Rp 672.016.000.

Namun pada realisasi tersebut, dirinya membuat laporan fiktif, bahwa tidak ada yang tersisa dari anggaran yang ada. Sehingga ditemukan jumlah anggaran tidak sesuai sebesar Rp 110.548.000.

“Setelah diperiksa, tersangka mengakui bahwa sisa anggaran habis dipergunakan untuk kepentingan pribadinya, sehingga ia harus menerima ganjarannya mendekam di sel tahanan Polres Kubar,” beber Kadek.iyd

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments