Rabu, Juni 23, 2021
BerandaKorupsi Klaten, Kades Sedayu dan Anak Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara
Array

Korupsi Klaten, Kades Sedayu dan Anak Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara

Klaten, faktapers.id – Mantan Kepala Desa (Kades) Sedayu Kecamatan Tulung, Sugiyarti dan anaknya Nurul Yulianto divonis 1 tahun 3 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Menanggapi vonis ini pihak kedua terdakwa lewat kuasa hukum Arief K Suaifulloh, SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Klaten menyatakan pikir-pikir.

“Yang Mulia kami akan memanfaatkan waktu 7 hari untuk memikirkan lebih lanjut,” tutur Sugiyarti dan Nurul Yulianto, usai berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (16/01).

Hal yang sama juga dilakukan oleh pihak JPU dari Kejari Klaten, tim penuntut akan memilih memanfaatkan waktu yang ada untuk menentukan jadi tidaknya menempuh langkah hukum lebih lanjut.

“Kami memilih pikir-pikir dan akan memanfaatkan waktu selama tujuh hari yang mulia,” papar JPU Kejari Klaten, Cecep Mulyana, SH menjawab pertanyaan ketua majelis hakim Ari Widodo, SH.

Sugiyarti dan Nurul Yulianto diganjar oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor hukuman 1 tahun 3 bulan dikurangi masa penahanan yang dijalani oleh terdakwa dan denda Rp 50 juta subsidair 1 bulan.

Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan subsidair melanggar pasal 33 Juncto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU No. 2 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Tipikor Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hal yang memberatkan Sugiyarti dan Nurul Yulianto, kedua terdakwa tidak melaksanakan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, sedangkan yang meringankan kedua terdakwa bersikap sopan dalam persidangan.

Sebelumnya, kedua terdakwa dilaporkan oleh warganya diduga menyelewengkan sejumlah proyek dari Dana Desa dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2016. Kedua terdakwa juga dilaporkan atas sederet proyek yang lain ditaksir mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 209 juta. madi

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments