Senin, Juni 21, 2021
BerandaMayat Dalam Tong, Motif Pelaku Didasari Rasa Sakit Hati
Array

Mayat Dalam Tong, Motif Pelaku Didasari Rasa Sakit Hati

Surabaya, faktapers.id – Pelaku pembunuhan mayat yang ditemukan dalam tong hijau di Surabaya berhasil ditangkap. Pembunuhnya tak lain adalah mantan karyawan laundry korban.

Mayat perempuan tersebut teridentifikasi sebagai Ester Lilik Wahyuni (51). Warga Perumahan Royal Residence, Wiyung itu diketahui memiliki usaha laundry di Sememi dan Simpang Darmo Permai Selatan.

“Pelakunya dua orang, mantan karyawan korban,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan kepada wartawan, Jumat (18/1/19) kemarin.

Identitas kedua pelaku adalah Saiful Rizal alias Ijang (19), warga Tambak, Bawean, Gresik dan M Ari alias Mat (20), warga Pulau Gili, Bawean, Gresik.

Menurut Rudi, kedua pelaku diamankan di Pelabuhan Gresik. Saat itu mereka hendak pulang ke Bawean.
`
Rudi kemudian menjelaskan bagaimana kedua pelaku menghabisi korban. “Kejadian pembunuhannya Selasa (14/1) di laundry milik korban di Simpang Darmo Permai Selatan,” paparnya.

Saifur dan Ari membunuh Ester dengan memukul kepala belakang, wajah dan dada Ester menggunakan tangan kosong.

“Setelah dipukul, korban jatuh lemas. Kemudian dicekik,” kata Rudi.

Kedua pelaku kemudian membungkus tubuh Ester menggunakan tiga seprai. Seprai yang membungkus tubuh Ester kemudian diikat pada bagian ujungnya. Mereka lalu meletakkan tubuh Ester di tong plastik besar berwarna hijau. Tong itu adalah tempat untuk meletakkan kain kotor yang hendak di-laundry.

Namun Rudi menegaskan bahwa Ester tewas bukan karena dicekik, tetapi karena kehabisan napas saat dibungkus seprai dan dimasukkan tong.

“Setelah itu kedua pelaku membuang tubuh korban di kawasan Romokalisari. Mayat korban dibuang Selasa (15/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB,” tandas Rudi.

Dari pengakuan kedua pelaku, motif pembunuhan Ester didasari oleh sakit hati. Mereka baru bekerja di salah satu laundry milik Ester selama 10 hari sebelum akhirnya dipecat.

“Kedua pelaku dipecat karena dituduh mencuri HP dan dompet milik korban,” kata Rudi.

Pemecatan itu terjadi pada Jumat (11/1). Setelah dipecat, mereka meminta uang upah mereka bekerja untuk biaya pulang. Namun tak diberi. Mereka juga masih tidur di tempat laundry tersebut karena tak mempunyai uang.

Pada Senin (14/1), korban datang ke Simpang Darmo Permai Selatan bermaksud untuk mengusir mereka. Saat itulah kedua pelaku berunding dan bersepakat menghabisi korban.

Tak berhenti sampai di situ. Usai membuang mayat Ester, pelaku menjarah sejumlah barang berharga milik korban di tempat kerja mereka.

“Mereka mengambil handphone, uang Rp 2,4 juta serta mobil Toyota Etios Valco bernopol L 1685 KY,” ungkap Rudi.

Namun karena kedua pelaku tak bisa mengemudikan mobil, mobil itu ditinggal begitu saja di tempat lain.

“Karena mereka tidak bisa menyetir, mereka menyewa seseorang untuk menyetir. Namun mobil akhirnya ditinggalkan di kawasan Manukan. Tetapi kuncinya dibawa kedua pelaku dan dibuang di dalam selokan di Pelabuhan Gresik. Sedangkan uang Rp 2,4 juta milik korban mereka bawa. Rencananya uang itu untuk ongkos pulang ke Bawean,” tandas Rudi.

Baik Saifur maupun Ari mengaku terpaksa menghabisi korban karena hak-hak mereka sebagai karyawan tidak diberikan.

“Upah kami selama 10 hari tidak diberikan. Bahkan uang makan selama satu minggu sebanyak Rp 50 ribu juga tidak diberikan,” kata Ari.

Sementara Saifur mengaku jika setiap harinya ia hanya mendapat jatah makan nasi dan air putih saja, tanpa lauk. “Setiap hari kami hanya mendapatkan nasi dan air putih saja. Kenapa (upah) kami tagih, karena sudah satu minggu,” ungkap Saifur.

Tawaran bekerja pada Ester juga datang dari paman Saifur yang juga karyawan Ester. Mereka juga dijanjikan mendapatkan gaji Rp 1,2 juta perbulan.

“Saya menyesal. Kalau saja saya dikasih, seratus ribu saja untuk ongkos pulang ke Gresik, saya tidak mungkin melakukan kayak gitu,” kata Saifur yang mengaku bahwa ide membunuh itu datang dari dirinya.fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments