Senin, September 20, 2021
BerandaPerairan Muara Baru Tercemar, Kasudin LHK Jakut: Kami akan Koordinasi dengan Instansi...
Array

Perairan Muara Baru Tercemar, Kasudin LHK Jakut: Kami akan Koordinasi dengan Instansi Terkait

Jakarta, faktapers.id – Perairan Muara Baru dipastikan sudah tercemar dan cukup memprihatinkan. Pasalnya, kualitas air yang dibuang dari salah satu pipa pembuangan air di sekitar Perairan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut) cukup berbahaya.

“Air yang dibuang dari Pompa Waduk Pluit itu, setelah kami amati, timbulnya busa itu memang karena air tersebut mengandung unsur detergen yang sudah melampaui baku mutu,” ungkap Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Jakut, Slamet Riyadi, Kamis (24/1/2019), di ruangannya.

Slamet mengatakan, yang terjadi di Perairan Muara Baru sama kasusnya dengan Kali Item, namun tingkat pencemarannya lebih tinggi di Kali Item. Kendati tidak separah Kali Item, Slamet menambahkan, untuk sementara ini pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganannya.

“Waduk Pluit menampung air dari pemukiman warga sekitar waduk dan sistem drainase kita juga kebanyakan dari rumah, ke got, lalu ke kali/sungai dan bermuara ke waduk dan dibuang ke laut tanpa difilter atau diproses dahulu menggunakan Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga air layak mutu atau aman untuk dibuang ke laut,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Slamet, Pemprov DKI Jakarta akan membangun beberapa titik IPAL, namun domain atau kewenangannya ada di Dinas Tata Air.

“Ke depan, para perusahaan, pengelola perumahan, dan pelaku usaha lainnya harus ada kontribusinya. Contohnya, kewajiban bagi pengelola perumahan yang memiliki 100 unit rumah harus memiliki IPAL.

Jadi tidak hanya membangun rumah, tapi juga bertanggung jawab terhadap kualitas air yang dihasilkan dari rumah warga. Dengan begitu, air dari rumah warga tidak langsung ke got atau ke kali yang mengakibatkan kandungan detergennya cukup tinggi,” tutur Slamet.

Dari pantauan Harian Fakta Pers dan faktapers.id di lapangan, kualitas air dapat dilihat secara visual berwarna coklat kehitaman di sepanjang pinggiran Perairan Muara Baru hingga ke Pelabuhan Nizam Zachman.

Hal itu dikarenakan maraknya kapal-kapal nelayan bersandar di Tanggul Pengaman Pantai Perairan Muara Baru, yang melakukan kegiatan perbaikan kapal. Akibatnya, air laut berminyak dan banyak sampah.

“Itu jelas sangat berbahaya, kan pasti ada buangan olinya dan sampah-sampah saat melakukan servis mesin. Saya belum kesana, tapi akan kami dalami informasi itu serta mengkoordinasikan dengan instansi yang berwenang untuk menertibkan kapal-kapal itu, baik pihak pelabuhan, syahbandar atau lainnya,” pungkas Slamet. kls

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments