Rabu, Agustus 4, 2021
BerandaPertimbangan Pembebasan ABB Dinilai Tepat dan Jangan Dipolitisasi
Array

Pertimbangan Pembebasan ABB Dinilai Tepat dan Jangan Dipolitisasi

Jakarta, faktapers.id – Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani menilai, karena semata kasus hukum, pertimbangan pemerintah terhadap pembebasan Abu Bakar Baasir (ABB), sudah tepat. Karenanya, ia pun menegaskan jangan ada politisasi.

“Soal Ustadz Abu Bakar Baasir ini jangan dijadikan gorengan politik. Ini kan persoalan hukum, kalau persoalan hukum, itu ada dua sisi yang sama-sama penting untuk dipertimbangkan. Yang pertama adalah sisi kemanusiaan, karena sisi kemanuasiaan ini bagian daripada sisi yang lebih besar yang disebut dengan sisi keadilan,” ujarArsul di Jakarta, Kamis (24/1).

Menurutnya, karena memang esensi dari hukum itu keadilan juga. Dalam konteks ini saya kira pemerintah, terutama Presiden Jokowi sudah melakukan kebijakan yang benar yaitu untuk mempertimbangkan pembebasan terhadap ABB dari kelanjutan menjalankan pidana penjara,” ungkap legislator Senayan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Jadi, sambung Arsul, dari sisi itu sudah betul dan pas karena memang menggunakan sisi kemanusiaan. “Tetapi dilain pihak ada juga sisi kepastian hukum, ada sisi aturan. Ini juga tidak bisa dilangkahi begitu saja artinya namanya saja pembebasan bersyarat, tentu harus ada syarat yang dipenuhi,” urainya.

Sejumlah persyaratan tersebut, terang Arsul lagi, diatur dalam UU pemasyarakatan dan kemudian diturunkan permenkumham No. 3 Tahun 2018. Nah ini juga harus diperhatikan bisa hanya sisi kemanusiaannya saja tetapi kemudian ditabrak sisi kepastian hukumnya atau ketaatan atau kepatuhan hukumnya itu.

“Nah, sebetulnya ini juga bukan sesuatu yang harus diperhadap-hadapkan. Karena syaratnya juga bukan syarat yang susah. Ini syarat yang sepenuhnya kembali kepada Ustadz Abu Bakar Baasir. Kalau begitu syarat dipenuhi itu tentu kemudian sisi kemanusiaannya akan langsung bisa langsung dilaksanakan, yaitu pembebasan itu,” paparnya.

“Jadi, ini yang saya kira, kita semua punya tanggung jawab untuk tidak menggunakan ini sebagai gorengan politik. Seolah presiden jokowi itu tidak konsisten, mencla-mencle, dan segala macem, seolah-olah seperti itu. Ini harus kita sampaikan kepada masyarakat supaya bisa disikapi dengan proporsional,” lanjut Arsul.oss

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments